Bank Mandiri: Inflasi Tahun Ini Tetap Manageable
JAKARTA, investortrust.id – Meski pada Maret inflasi cenderung melonjak, secara keseluruhan Bank Mandiri memperkirakan tingkat inflasi pada tahun ini tetap manageable, berada di level 3,19%. Ini memang meningkat dibanding laju inflasi 2023 sebesar 2,61%.
“Inflasi tahun ini mestinya berada pada level yang manageable,” kata Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro dalam analisisnya, Selasa (2/4/2024).
Seperti diberitakan, didongkrak kenaikan harga kelompok pangan, inflasi Maret 2024, m-to-m, melonjak ke 0,52%. Sedangkan inflasi Januari-Maret 2024, y-to-d, 0,93% dan Maret 2023-Maret 2024 (inflasi tahunan), y-on-y, 3,05%.
Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau Maret 2024 sebesar 1,42%, naik dari 1,00% Februari 2024. Kenaikan harga tertinggi kelompok makanan adalah beras, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, ayam hidup, ikan segar, bayam, buncis, minyak goreng, pepaya, sigaret kretek mesin (SKM), bimbingan belajar, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan.
Andry melihat dalam tiga bulan pertama tahun 2024, inflasi terus meningkat secara konsisten yang didorong terutama oleh kenaikan harga makanan, hampir mencapai batas atas target Bank Indonesia yang saat ini adalah 1,5% – 3,5%.
Di sisi lain, faktor musiman seperti musim panen dapat meningkatkan stok domestik sehingga dapat membantu memenuhi permintaan dan menjaga harga. Hal ini terlihat dari harga beras—yang sebelumnya meningkat drastis—telah mulai menunjukkan perlambatan.
Selama bulan Maret 24, harga beras hanya menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 3,3% (mom), lebih rendah dibandingkan dengan 4,1% (mom) pada Februari 24. Hal yang sama juga terlihat dari komoditas lain seperti cabai yang menunjukkan deflasi.
Ke depannya, kata Andry, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena El Nino akan berakhir pada Mei hingga Juli 2024. Dengan demikian, Indonesia akan secara bertahap memasuki periode transisi musim dari musim hujan ke musim kemarau. Subsidi pupuk yang disalurkan oleh pemerintah akan berdampak positif untuk menjaga keberlanjutan stok pangan dari produsen domestik.
Selain harga komoditas pangan, tingkat inflasi domestik juga sangat berkorelasi dengan harga energi. “Untuk itu, pemerintah perlu memantau dengan hati-hati harga bahan bakar mengingat kenaikan harga minyak baru-baru ini selama periode peningkatan risiko geopolitik global,” tegas Andry.
Baca Juga

