BPS: Data Potensi Desa Diharapkan Berkontribusi ke Pemerataan Perekonomian
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono berharap hasil pendataan Potensi Desa (Podes) Indonesia 2024 dapat memotret potensi, infrastruktur, dan data penting di level desa, hyang pada ujungnya mampu berkontribusi pada pemerataan perekonomian.
“BPS dan pemerintah pusat serta daerah ini dibangun dengan sistem informasi yang dibangun dan dikelola oleh desa,” kata Ateng saat sosialisasi Hasil Podes 2024, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Ateng mengatakan pemetaan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerataan perekonomian dan pemberantasan kemiskinan. Agar data yang dihasilkan berkualitas, Ateng mengatakan terdapat dua strategi yang harus dilakukan.
Pertama, kata dia, pendekatan dari atas ke bawah. Langkah standarisasi data diharapkan dapat menghasilkan data yang berkualitas dan terjaga.
“Bagaimana kita (BPS) melakukan standarisasi data. Kita mengacu pada prinsip Satu Data Indonesia,” kata dia.
Baca Juga
Pendataan Potensi Desa 2022 dan 2023 Sempat Mandek, Gegara ‘Automatic Adjustment’
Kedua, pendekatan dari bawah ke atas. Salah satu kegiatan yang penting yaitu pembinaan kepada perangkat desa hingga terbentuk agen statistik.
“Forum statistik tingkat desa ini sangat penting sekali dalam rangka bersama-sama mengawal kualitas dan tersedianya data desa sehingga bisa menghasilkan literasi yang terus menerus di level desa atau kelurahan,” ujar dia.
Ateng mengatakan minimal terdapat tiga indikator utama dalam Podes 2024. Pertama yaitu Indeks Kesulitan Geografis (IKG).
“IKG digunakan untuk mengawal penyaluran dana desa,” kata dia.
Yang kedua yaitu mengawal SDG’s 2030. Dia mengatakan Podes digunakan sebagai sumber data bagi langkah untuk mengawal SDG’s hingga tahun tersebut. Ketiga, data Podes digunakan untuk mewujudkan Indeks Desa yang tercantum Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045.
“Manfaat lainnya cukup banyak yang bisa dioptimalkan oleh dari kementerian/lembaga, dinas instansi, atau perguruan tinggi, serta lembaga internasional,” kata dia.
Selain itu, data Podes diharapkan juga dapat membantu membentuk paradigma baru mengenai pembangunan desa yang mengacu OECD. Dia mengatakan data dari desa dapat membuka potensi sumberdaya ekonomi desa.
“Bagaimana kita bisa memotret peluang sumber daya manusia yang ada di desa dan bisa mengoptimalkan budaya lokal di desa. Harapan ini bisa membuat desa semakin berdaya guna,” kata dia.

