Menko Airlangga Khawatirkan Suku Bunga Tinggi AS Geser Arus Devisa Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkhawatirkan berlanjutnya rezim suku bunga tinggi, higher for longer, di Amerika Serikat (AS). Sebab, kondisi ini bisa membuat devisa Indonesia tergerus.
“Kalau mereka (AS) terus mempertahankan suku bunga tinggi, maka kita khawatir arus devisa bergeser ke Amerika,” kata Airlangga saat menjadi pembicara utama di Bisnis Indonesia Economy Outlook 2025, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Guna mengantisipasinya, Airlangga mengatakan, pemerintah mengambil beberapa kebijakan. Termasuk menerbitkan aturan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE).
Baca Juga
Meski demikian, Airlangga mengaku optimistis dengan data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 yang mencapai 125. Sementara data yang disajikan AC Nielsen, fast moving consumer goods masyarakat pada kuartal III-2024, juga meningkat dibanding sebelumnya yaitu Rp 208 triliun.
“Yang menarik, pembelian terhadap barang-barang teknologi itu masyarakat menghabiskan lebih di kuartal III-2024 sebesar Rp 47 triliun atau meningkat 4,3% year on year,” ucap dia.
Peningkatan ini, kata Airlangga, meningkat seiring pembelian digital media dan juga dari berbagai e-commerce dan berbagai platform lain.
Airlangga mengatakan, pemerintah akan terus menggenjot belanja pada kuartal IV-2024. Salah satunya dengan meluncurkan gelaran belanja Hari Belanja Nasional (Harbolnas) yang puncaknya pada 12 Desember atau 12-12.
Baca Juga
Menko Airlangga: ASEAN Kawasan Paling Stabil, Ini Artinya bagi Indonesia
“Kemudian kita dorong epic sales dan belanja di Indonesia saja pada 26-29 (Desember) sekaligus juga promosi pariwisata,” ujar dia.
Airlangga mengatakan pemerintah telah menurunkan tarif tiket domestik sebesar 10%. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pariwisata sehingga dapat menghasilkan devisa secara lebih cepat.
“Kemarin, Bapak Presiden minta agar regional flight dikembalikan sehingga beberapa tujuan wisata seperti Tanjung Kelayang di Babel, bisa langsung dari regional ke sana. Tidak melalui Jakarta baru ke sana,” ucap dia.
Selain itu, pemerintah juga mengevaluasi izin penyelenggaraan acara nasional maupun internasional lebih disederhanakan dan lebih transparan.

