Dukung Pemerintah, Kadin Buat Pokja Percepat Realisasi Investasi
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membentuk kelompok kerja (pokja) untuk mempercepat realisasi investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) kawasan industri non-APBN. Hal ini akan mendukung pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi.
"Hari ini dibentuk Pokja yang bertujuan untuk mempercepat realisasi investasi. Ini karena target pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan naik mencapai 8%," kata Wakil Ketua Umum Bidang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kadin Indonesia Akhmad Ma'ruf Maulana di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Baca Juga
Realisasi Investasi Jauh dari Target
Akhmad mengatakan, realisasi investasi di PSN kawasan industri pada 2024 mencapai Rp 68 triliun. Angka ini masih jauh dari target total 41 PSN yang senilai Rp 554 triliun.
"Kami sangat berharap pemerintah bisa memberi kemudahan, percepatan (izin). Tujuannya itu," ujar dia.
Akhmad mengatakan, hambatan dalam pengembangan PSN yaitu perizinan, lingkungan, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PPKPR), dan lain-lainnya. Selain itu, terdapat masalah tumpang tindih aturan di lintaskementerian yang menghambat realisasi PSN.
"Rata-rata, hampir mengalami masalah itu (perizinan). Semua persoalannya sama," ucap dia.
Pada Mei 2024 lalu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan menyelesaikan 41 Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga akhir 2024. Nilai 41 PSN tersebut senilai Rp 554 triliun.
“Sementara dalam rangka pembangunan critical mineral terdapat 16 proyek. Nilai investasinya Rp 248,75 triliun,” kata Airlangga.
Baca Juga
Airlangga mengatakan proyek terdiri dari hilirisasi nikel, tembaga, bauksit, alumina, dan hilirisasi pasir besi jadi pig iron. Dia mengatakan PSN ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung transformasi perekonomian, sehingga butuh komitmen dari pemangku kepentingan dalam menyelesaikan program tepat pada waktunya.
Sebanyak 41 PSN yang rencananya akan diselesaikan tersebut terdiri dari 31 proyek yang selesai pada 20 Oktober 2024 atau pada akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo. PSN tersebut antara lain 3 proyek jalan tol, 3 proyek sektor transportasi, 14 proyek bendungan, 1 proyek sektor energi, dan 11 proyek sektor kawasan.
Sisanya, 10 proyek ditargetkan rampung pada Desember 2024. Ini di antaranya, 9 proyek bendungan dan irigasi dan 1 proyek di sektor transportasi.

