Zulhas: Presiden Segera Terbitkan Perpres Pembangunan Irigasi Rp 19 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan menerbitkan peraturan presiden (perpres) mengenai irigasi. Kata pria yang akrab disapa Zulhas itu, anggaran pembangunan irigasi Rp 19 triliun.
Proses administrasi perpres tersebut telah sampai ke Kementerian Sekretariat Negara. “Jadi, kami sudah menyelesaikan (beleid). Sudah saya kirim ke Mensesneg. Sudah kita selesaikan,” kata Zulhas, saat Sarasehan 100 Ekonom yang digelar Indef di Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Salah satu isi mengenai perpres tersebut yaitu pemerintah pusat dapat membangun irigasi seluas 1.000 hingga 3.000 hektare. Dia menyebut anggaran untuk pembangunan irigasi tersebut sebesar Rp 19 triliun untuk seluruh Indonesia.
Inisiasi optimalisasi irigasi muncul, karena Zulhas melihat berbagai masalah di lapangan. Dia mengatakan terdapat beberapa sawah yang hanya bisa menghasilkan satu hingga dua kali panen.
“Satu kali panen berarti irigasinya nggak ada, tadah hujan. Dua kali, artinya irigasinya rusak. Tiga kali, irigasinya bagus,” kata dia.
Baca Juga
Selain itu, pembangunan irigasi diperlukan untuk mengintegrasikan dengan irigasi yang sudah dibangun. “Jadi, kadang-kadang (irigasinya) nggak nyambung. Irigasi harus kami selesaikan,” ucap dia.
Masalah Penyerapan Hasil Pertanian
Selain itu, Zulhas mengatakan perpres tersebut berisi mengenai aturan baru yang menyebut penyuluh pertanian di kabupaten dapat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat. “Jadi penyuluh pusat, karena nanti, dia tidak hanya penyuluh di bidang pertanian padi atau beras, tapi pangan dalam artian luas dan satu komando cepat,” ucap dia.
Dalam kesempatan berdiskusi dengan para ekonom, Zulhas membeberkan masalah yang dihadapi petani. Utamanya mengenai penyerapan hasil pertanian.
“Petani kita itu panen, rajin, harga cuma satu di antara masalahnya. ‘Pak, kalau kami panen, beli dong hasil panen kami dengan harga yang bagus’,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Lanjutkan Bansos Beras, Sebar 160.000 Ton pada Awal 2025
Untuk itu, dia menyebut transformasi yang terjadi di Badan Urusan Logistik (Bulog) dapat membawa angin segar ke petani. Dia mengatakan Bulog seharusnya dapat membeli komoditas pertanian dengan harga yang bagus.
“Bukan dengan harga yang merugikan petani. Tapi harga yang bagus,” tutur dia.

