Inflasi AS Tinggi, Kurs Rupiah Merosot Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka merosot dalam perdagangan Jumat (22/11/2024), dipicu dampak tingginya angka inflasi AS. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar rupiah dibuka melemah 19 poin (0,09%) ke level Rp 15.904/USD.
Gubernur The Fed Michelle Bowman dan Lisa Cook memberikan sedikit kejelasan tentang arah masa depan Fed Funds Rate. Mereka antara lain menyatakan kekhawatiran berkelanjutannya inflasi, sementara yang lain menyuarakan keyakinan bahwa tekanan harga akan terus berkurang.
"Namun, peluang penurunan suku bunga dana oleh The Fed sebesar 25 bps bulan depan terus menurun. Saat ini, peluangnya berada di sekitar 56%, jauh di bawah 83% minggu lalu," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga
Klaim Penggangguran
Sementara itu, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS turun 6.000 dari minggu sebelumnya menjadi 213.000 pada periode yang berakhir 16 November. Jumlah ini paling sedikit sejak April 2024, dan jauh di bawah ekspektasi pasar akan peningkatan menjadi 220.000.
Hasil tersebut memperluas pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap pada level yang kuat secara historis, meski ada siklus pengetatan agresif oleh Federal Reserve (The Fed) pada kuartal terakhir. Hal itu menambah peluang bagi Bank Sentral untuk memperlambat laju pelonggaran moneter, jika inflasi tetap tinggi.
Baca Juga
Sebelumnya kurs Bank Mandiri mencatat, rupiah kemarin (21/11/204) terdepresiasi 0,4% ke level Rp 15.925/USD. Ini sudah terdepresiasi 3,4% year to date.
Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan oleh Ekonom Bank Mandiri itu akan bergerak di kisaran Rp 15.870/USD dan Rp 15.955/USD.

