Rupiah Menguat Jelang RDG BI
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 40 poin ke level Rp 15.848 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/11/2024) sore, menjelang dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, 19-20 November 2024.
Dalam RDG Oktober lalu, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 6%. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga ditahan masing-masing di posisi 5,25% dan 6,75%.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, ruang penurunan suku bunga acuan BI-Rate masih terbuka ke depan dengan mempertimbangkan prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
"Ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka. Besarannya berapa, timing-nya kapan, akan kami lihat prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2024 di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/10).
Sementara itu, analis Bank Woori Saudara, Rully Nova mengungkapkan, ada kemungkinan RDG BI pekan ini mempertahankan BI-Rate di level 6%. "Dari domestik pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga yang akan diputuskan BI pada Rabu lusa," kata Rully Nova.
Baca Juga
Donald Trump Menang Pilpres AS, Sri Mulyani Ungkap Nasib Rupiah
Berdasarkan catatan investortrust.id, nilai tukar rupiah terus menjauh dari asumsi makro APBN 2024 yang dipatok Rp 15.000 per dolar AS. Pada awal Januari 2024, mata uang Garuda bertengger di posisi Rp 15.473 per dolar AS. Namun rupiah kemudian melemah ke level Rp 16.000. Bahkan, pada Juni lalu, mata uang NKRI sempat terjerembab ke posisi Rp 16.458 per dolar AS.

