Perkuat Usaha Produktif, Debitur Baru KUR Tembus 113% pada 2024
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan bertambahnya debitur baru Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2024 sebagai upaya penguatan usaha produktif. Ferry menjelaskan dari total penerima KUR sebanyak 4,2 juta debitur, sebanyak 1,9 juta debitur merupakan debitur baru.
“Pada 2024, penerima KUR baru mencapai 113% dari target, yang awalnya 1,7 juta kini menjadi 1,9 juta debitur baru,” kata Ferry saat membuka diskusi Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pembiayaan Usaha Produktif, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Ferry menjelaskan sebanyak 49% debitur telah tergraduasi ke segmen yang lebih tinggi atau segmen komersial hingga Mei 2024. “Kami juga mengarahkan penerima KUR untuk memperkuat usaha yang produktif, bukan sekadar usaha perdagangan,” ucap dia.
Ferry menjelaskan, hingga 31 Oktober 2024, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 246,88 triliun. Meski masih jauh dari target penyaluran pada 2024, Ferry tetap optimis.
Baca Juga
“Di 2024 kami optimistis dapat mencapai target awal sebesar Rp 280 triliun. Secara agregat, kami telah berhasil mencapai 90% dari target penyaluran di tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.
Masih menurut Ferry, penerima KUR untuk usaha produktif ditargetkan berkontribusi sebanyak 60% dari total penerima KUR. Tetapi, hingga 30 September 2024, Ferry mencatat penerima KUR untuk usaha produktif baru mencapai 57%.
“Jadi tinggal 3% lagi. At least yang kami kejar,” ujar dia.
Ferry mengatakan penyaluran KUR juga memperhatikan inklusivitas keuangan, termasuk penerimaan terhadap perempuan. Dia menyebut perempuan penerima KUR yaitu sebesar 49% dari total penerima.
“Selain itu, kami terus memantau sebaran penerima KUR di daerah 3T, dengan 1,3% dari total penyaluran diterima oleh daerah tertinggal,” kata dia.

