Jawa Kontributor Utama Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2024. Jawa berkontribusi 56,84% terhadap ekonomi kuartal ini.
“Setelah Pulau Jawa, kontributor kedua terbesar terhadap PDB yaitu Pulau Sumatera. Pulau ini mencatatkan kontribusi sebesar 22,30%,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Baca Juga
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Bali dan Nusra, Kalimantan, Maluku dan Papua, serta Sulawesi di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,95% secara tahunan. Wilayah Maluku dan Papua tumbuh 6%.
“Wilayah Sulawesi tumbuh 5,87%. Wilayah Bali dan Nusra tumbuh sebesar 5,28% dan wilayah Kalimantan tumbuh sebesar 5,2%” kata dia.
Wilayah Sumatera dan Jawa tumbuh di bawah pertumbuhan nasional. Masing-masing sebesar 4,48% dan 4,92%.
Baca Juga
Konsumsi Rumah Tangga Bantalan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
Sementara itu, berdasarkan data spasial, pertumbuhan ekonomi di Sumatera disokong oleh Provinsi Sumatera Utara. Ekonomi provinsi ini sumber pertumbuhannya sekitar 1,2%.
“Jakarta masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa, dengan sumber pertumbuhan 1,37%,” imbuh dia.
Untuk wilayah Bali dan Nusra, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Provinsi di Pulau Dewata ini sumber pertumbuhannya sekitar 2,55%.
“Sumber pertumbuhan utama di Pulau Bali Nusra yaitu akomodasi dan makanan minuman. Selain itu, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan,” kata dia.
Di wilayah Pulau Kalimantan, penopang pertumbuhan berasal dari Provinsi Kalimantan Timur. Sumber pertumbuhannya sekitar 2,89%.
“Penyumbang utama pertumbuhan Pulau Kalimantan adalah pertambangan dan penggalian, konstruksi, dan perdagangan,” kata dia.
Provinsi Sulawesi Selatan menjadi penyokong bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi, dengan sumber pertumbuhan sekitar 2,27%. Industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan perdagangan menjadi penyokong utama pertumbuhan di Pulau Celebes.
Sementara di wilayah Maluku dan Papua, provinsi Papua Barat menjadi sumber penopang pertumbuhan 3,77%.

