BI Tahan Bunga Keputusan Tepat dan Antisipatif
Oleh Ryan Kiryanto,
Ekonom Senior & Associate Faculty LPPI
INVESTORTRUST.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini, Rabu (16/10/2024), memutuskan BI Rate tetap 6%. Suku bunga Deposit Facility dipertahankan sebesar 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.
Langkah Bank Sentral mempertahankan BI Rate tetap 6% merupakan keputusan bijak, tepat, dan terukur. Selain itu antisipatif, dengan pertimbangan utama untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, di tengah indikasi kuat meningkatnya ketidakpastian global.
Baca Juga
Bank Indonesia Tahan BI Rate 6%, FFR Potensi Dipangkas 50 Bps Lagi
Setidaknya sinyal ini terlihat dari indeks dolar AS yang bertengger di atas ambang batas 100, sekitar 103. Beberapa mata uang negara-negara berkembang Asia, termasuk rupiah, juga tertekan dalam beberapa pekan terakhir.
Ditahannya BI rate diharapkan dapat mencegah atau menahan posisi rupiah ke depan tidak semakin melemah, meski ada ekspektasi The Fed bakal menurunkan lagi Fed Funds Rate masing-masing sebesar 25 bps pada pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat November dan Desember mendatang. FFR sudah diturunkan 50 bps ke 4,75-5,00%, September lalu.
Pro-stability
Dengan mempertahankan suku bunga acuannya, BI bertindak bijak dan taktis. BI tidak mengubah stance kebijakan moneternya tetap pro-stability, dengan memberikan ruang bergerak bagi perekonomian melalui kebijakan makroprudensial yang cenderung tetap propertumbuhan.
Bauran kebijakan BI ini — didukung sistem pembayaran yang kian efisien — diharapkan tetap akomodatif baik bagi sektor riil maupun sektor perbankan. Dengan demikian, transmisi bauran kebijakan tersebut tetap propasar dan produnia usaha.
Baca Juga
Respons pelaku industri keuangan dan dunia usaha pun akan tetap optimistis dan ekspansif. Hal ini bakal mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif. ***

