Prabowo Targetkan Swasembada Pangan dan Energi di Era Pemerintahannya
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Pasangan yang menjanjikan keberlanjutan dari pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini menargetkan swasembada pangan di era pemerintahannya.
Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, dua swasembada yang digagasnya yaitu swasembada pangan dan energi. Selain swasembada pangan dan energi, Prabowo juga menargetkan optimalisasi hasil hilirisasi menjadi industrialisasi.
Prabowo menilai swasembada pangan perlu dilakukan sebagai fundamental ketahanan bangsa. Baginya suatu bangsa harus bisa memproduksi dan memberi makan rakyatnya secara mandiri.
“Bangsa yang merdeka tidak boleh impor pangan. Saya bertekad untuk swasembada pangan,” tegas Prabowo saat menghadiri BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Prabowo mengatakan swasembada pangan yang digagas merupakan sebuah keniscayaan, menimbang langkah beberapa negara yang mulai menghentikan ekspor hasil pangan mereka seperti India, Vietnam, Thailand, dan Kamboja pada saat pandemi Covid-19.
Baca Juga
Didirikan Kakeknya, Prabowo Takut Kualat Jika Tak Hadiri Undangan PT Bank Negara Indonesia
“Sejak awal saya ingatkan, kalau kita tergantung pada impor, kalau terjadi krisis bagaimana? Ternyata terjadi krisis Covid-19. Negara-negara eksportir pangan menghentikan ekspornya,” ujar dia.
Prabowo berjanji dalam waktu empat tahun setelah dilantik, ia bisa menyelesaikan agenda swasembada pangan.
Swasembada energi
Selain pangan, Prabowo berharap ia juga bisa mewujudkan swasembada energi. Dia menjelaskan Indonesia tak bisa lagi bergantung pada impor bahan bakar saat krisis terjadi.
Prabowo menggambarkan krisis yang terjadi di Timur Tengah akan berdampak hebat bagi kebutuhan energi Tanah Air. Dia menyebut ancaman Israel yang bakal menyerang ladang minyak Iran bisa berbuntut serangan balik dari negara Persia tersebut pada ladang minyak sekutu Amerika Serikat (AS). “Sekutu AS berarti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain. Ini sekutu AS, karena dianggap AS dukung Israel, Iran balas serang sekutu-sekutu AS,” kata dia.
Prabowo mengakui Indonesia beruntung mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, ujar dia, Indonesia memiliki kelapa sawit. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerindra itu mengatakan teknologi yang berkembang saat ini dapat memproses kelapa sawit menjadi bahan bakar.
Baca Juga
“Sekarang ada teknologi kita bisa bikin solar dari kelapa sawit bahkan tidak hanya B35, B40. Kita bisa bikin B100, bensin (solar) bisa kita bikin dari kelapa sawit sudah,” ujar dia.
Tak hanya dari sawit, Prabowo juga ingin mencari ladang minyak yang belum dimanfaatkan. Dia menyebut terdapat ladang-ladang minyak baru dan bekas Belanda yang bisa dimaksimalkan dengan teknologi baru.
“Kita juga bisa mengubah batu bara menjadi (minyak) diesel,” ucap dia.
Hilirisasi menjadi kunci kebangkitan
Kebangkitan ekonomi Indonesia menurut Prabowo akan dimulai dari hilirisasi. Dengan hilirisasi, kata Prabowo, dapat menciptakan industrialisasi di negara berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini.
“Jadi yang dicanangkan Pak Jokowi (hilirisasi) mutlak kunci kebangkitan kita,” kata dia.
Hilirisasi, menurut pandangan Prabowo, menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah mineral yang dimiliki Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki cadangan nikel dan bauksit terbesar di dunia. Selain itu, di bawah permukaan tanah Indonesia, juga terdapat tembaga dan uranium.
Baca Juga
Meski begitu ia mengakui masih ada tantangan yang mengadang. Prabowo mengatakan terdapat beberapa pihak yang selalu pesimistis dan tak suka dengan kebangkitan Indonesia.
Tugas mengisi perut
Prabowo menegaskan selain menjelaskan target swasembada pangan dan energi, serta hilirisasi, terdapat juga pekerjaan rumah berupa langkah memberi asupan gizi ke anak-anak dan ibu hamil. Program makan siang gratis yang dia gadang-gadang sukses, akan menjadi solusinya.
Dia meyakini program itu dapat menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa.
“Jadi kalau saya simpulkan produksi pangan energi hilirisasi, hilirisasi untuk nilai tambah, hilirisasi untuk lapangan kerja, hilirisasi untuk selamatkan devisa kita, kemudian salah satu usaha kita adalah untuk kurangi mitigasi keimiskinan,” ujar dia.

