Kurs Rupiah Rebound dari Dolar AS, Ditutup di Rp 15.671/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank, berhasil rebound terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah ditutup menguat 9 poin di level Rp 15.671/USD, yang sebelumnya sempat melemah pada posisi Rp 15.680/USD.
Di pasar spot valas, kurs rupiah juga menguat terhadap indeks dolar AS usai mengalami rentetan tren melemah. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 15.30 WIB, kurs rupiah bergerak menguat 34 poin (0,22%) terhadap greenback ke level Rp 15.640/USD. Adapun dalam perdagangan sebelumnya, Yahoo Finance melansir kurs rupiah ditutup di posisi Rp 15.674/USD.
Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, investor tengah mempertimbangkan prospek suku bunga AS setelah laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu memupuskan harapan untuk penurunan suku bunga yang besar. Sementara meningkatnya ketegangan di Timur Tengah merusak sentimen risiko.
Para pedagang telah mengubah secara drastis ekspektasi pelonggaran moneter mereka dari Federal Reserve tahun ini. Pasar tidak lagi sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga pada bulan November dan memperkirakan peluang 86% untuk penurunan 25 basis poin, menurut alat CME FedWatch.
Baca Juga
"Hanya 50 bps pelonggaran yang diperkirakan pada bulan Desember, turun dari lebih dari 70 bps seminggu sebelumnya," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2024).
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem mengatakan bahwa ia mendukung lebih banyak penurunan suku bunga karena ekonomi bergerak maju di jalur yang sehat, sambil mencatat bahwa sudah sepantasnya bagi Fed untuk berhati-hati dan tidak berlebihan dalam pelonggaran moneter.
Baca Juga
Kurs Rupiah Kian Terpuruk ke Rp 15.709/USD, BI Sebut Keyakinan Konsumen Terjaga IKK 123,5
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun acuan tetap berada di atas 4% pada jam perdagangan Asia, setelah menyentuh level tersebut pada hari Senin untuk pertama kalinya dalam dua bulan karena para pedagang mengurangi taruhan pada pemotongan suku bunga yang sangat besar.
"Fokus investor minggu ini adalah pada laporan inflasi yang akan dirilis pada hari Kamis serta risalah rapat The Fed bulan September yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu," ucap dia.

