Pertama Kali dalam Sejarah Aksesi, Timnas OECD Luncurkan Platform
JAKARTA, investortrust.id - Tim Nasional aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meluncurkan platform untuk informasi ke organisasi tersebut. Ketua Timnas Aksesi OECD Airlangga Hartarto mengatakan aksesi tersebut menggunakan platform INA Digital.
“Platform ini merupakan upaya untuk mempercepat transparansi dan proses kerja, mempercepat waktu aksesi,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Janjikan Kenaikan Insentif Pelatihan dalam Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Airlangga mengatakan penggunaan platform untuk aksesi ke OECD merupakan terobosan penting. Sebab, pembentukan platform semacam ini baru dilakukan pertama kali oleh sebuah negara yang menjalani aksesi.
“Aksesi yang menggunakan platform digital dalam proses di OECD, Indonesia baru yang awal melakukan proses seperti ini,” ujar dia.
Airlangga mengatakan OECD akan melihat bagaimana agar aksesi secara digital tersebut bisa efektif dan efisien. Hal ini, kata dia, merupakan pekerjaan yang cukup panjang.
“Berbagai negara bekerja selama tiga tahun, dan ini adalah proses dari Indonesia yang merupakan negara ASEAN pertama yang mendaftar dan sudah diterima proses aksesi. Di belakang kita, Thailand akan segera masuk, sudah juga mengajukan permohonan untuk ikut aksesi dan sedang berproses di OECD,” ujar dia.
Baca Juga
Demi Penuhi Syarat OECD, Pemerintah Siapkan Aturan Perpajakan Global
Oleh karena itu, Airlangga menyebut stakeholder dikumpulkan baik secara daring maupun secara luring. Dia menyebut kerja sama antarkementerian/lembaga (K/L) diperlukan.
“Kami kerja sama juga dengan masyarakat, kerja sama dengan institusi, termasuk dari KPK. Kami berharap proses awal ini bisa terus dijaga dengan semangat untuk memperkuat perekonomian secara nasional, sehingga Indonesia mempunyai public service, mempunyai standar yang setara dengan negara-negara yang sudah pendapatan per kapitan di atas US$ 20.000,” ujar dia.

