Kurs Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 15.459/USD Selasa
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka melemah dalam perdagangan Selasa (10/9/2024) pagi, didorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 10 poin terhadap dolar AS ke level Rp 15.459/USD.
Ia menjelaskan lebih lanjut, para pedagang bersiap untuk laporan Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) utama akhir minggu ini untuk wawasan lebih lanjut tentang tren inflasi dan petunjuk tentang langkah The Fed selanjutnya. Investor memperkirakan peluang The Fed untuk memangkas biaya pinjaman sebesar 25 bps bulan ini hampir 75%, sementara peluang untuk pemangkasan yang lebih besar sebesar 50 bps turun tajam menjadi sekitar 25%.
Imbal hasil obligasi pemerintah RI IDR 10 tahun, lanjut dia, naik sebesar 0,70 bps menjadi 6,62% atau naik 10,1 bps year to date Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah RI USD 10 tahun (INDON) naik sebesar 1,90 bps menjadi 4,69%, namun masih turun -13,2 bps ytd.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, indeks dolar AS tercatat menguat pagi ini. "Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga bulan ini menutupi kekhawatiran tentang ekonomi yang melambat. Pasar juga menantikan data inflasi utama minggu ini, untuk kejelasan lebih lanjut tentang jalur suku bunga The Fed," kata Andry dalam keterangannya, Selasa (10/9/2024).
Ia menjelaskan lebih lanjut, para pedagang bersiap untuk laporan Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) utama akhir minggu ini untuk wawasan lebih lanjut tentang tren inflasi dan petunjuk tentang langkah The Fed selanjutnya. Investor memperkirakan peluang The Fed untuk memangkas biaya pinjaman sebesar 25 bps bulan ini hampir 75%, sementara peluang untuk pemangkasan yang lebih besar sebesar 50 bps turun tajam menjadi sekitar 25%.
"Sementara pada hari Jumat, laporan pekerjaan terbaru menunjukkan prospek yang beragam," sambung dia.
Imbal hasil obligasi pemerintah RI IDR 10 tahun, lanjut dia, naik sebesar 0,70 bps menjadi 6,62% atau naik 10,1 bps year to date Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah RI USD 10 tahun (INDON) naik sebesar 1,90 bps menjadi 4,69%, namun masih turun -13,2 bps ytd.
Kura mata uang Garuda terhadap greenback dalam perdagangan hari ini, diperkirakan oleh Ekonom Bank Mandiri itu akan bergerak di kisaran Rp 15.410/USD-Rp 15.488/USD.

