Rupiah Terus Menguat, Cadangan Devisa Naik 3,3% Tembus US$ 150,2 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2024 tercatat sebesar 150,2 miliar dolar AS. Cadev meningkat 3,3% dibandingkan posisi pada akhir Juli 2024 sebesar 145,4 miliar dolar AS.
"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa. Selain itu, penerimaan devisa migas, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, Jumat 6 September 2024.
Baca Juga
Ekonom Perkirakan Cadangan Devisa Terus Meningkat Jadi US$ 150 Miliar di 2024
.
Neraca Transaksi Modal-Finansial Diprakirakan Surplus
Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2024 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa memadai, sehingga dapat terus mendukung ketahanan sektor eksternal. Prospek ekspor tetap positif serta neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus. Ini sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, yang mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal," tandas Erwin.
Bank Indonesia, lanjut dia, juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal. Dengan demikian, dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Seiring dengan penguatan cadev Indonesia dan hampir pastinya pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate oleh The Fed, rupiah pun terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan kurs Jisdor BI, nilai tukar mata uang Garuda tercatat Rp 15.372/USD pada 6 September 2024, naik 0,25% dibanding Kamis kemarin (5/9/2024) sebesar Rp 15.410/USD.
Berdasarkan Yahoo Finance, rupiah di pasar spot valas juga menguat terhadap greenback 34 poin atau 0,22% ke posisi Rp 15.360/USD. Bahkan, secara year to date, rupiah sudah terapresiasi 0,42%.
Baca Juga
Resmikan RS Kemenkes, Jokowi Cegah Hilangnya Devisa Rp 180 Triliun per Tahun

