Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi hingga 8% Dapat Diwujudkan, asalkan...
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah menyebut, target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% pada 2024 dapat diwujudkan. Terlebih, The Fed yang dikabarkan akan menurunkan suku bunga.
Hal itu disampaikan Piter dalam Investortrust Economic Outlook 2024 yang bertajuk "Investasi dan Sektor Bisnis yang Bertumbuh di Tahun Politik" di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2024).
"Tahun 2024 good news-nya ada harapan bahwasanya kita di 2024 ini The Fed akan menurunkan suku bunga, sehingga Bank Indonesia (BI) juga diharapkan bisa melonggarkan kebijakannya," ujar Piter.
Lebih lanjut, kata Piter, crowding out (perebutan dana) juga diharapkan bisa menurun, sehingga likuiditas bisa tumbuh kembali menjadi lebih baik.
Baca Juga
Ironis! Indonesia Genjot Hilirisasi, tapi Belum Kuasai Teknologinya
"Dan ketika likuiditas itu tumbuh menjadi lebih baik, perputaran ekonomi menjadi lebih normal. Pertumbuhan ekonomi kita diharapkan menjadi lebih baik, setidak-tidaknya di atas 5%," jelasnya.
Selain itu, Piter juga menyampaikan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut, dirinya berharap agar semua sektor dan potensi yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Adapun, salah satu potensi tersebut yakni bonus demografi 2045.
"Bonus demografi itu cuma terjadi hanya sekali dan itu harus kita manfaatkan. Kalau kita tumbuhnya terus hanya sekitar 5% maka bonus demografi Insya Allah-nya menjadi bencana demografi, itu yang harus kita cegah," terangnya.
Baca Juga
Kadin Proyeksikan Sektor Manufaktur hingga Ritel Jadi Penggerak Ekonomi RI 2024
Oleh karena itu, Piter berharap agar nantinya siapa pun pemimpin yang terpilih dalam Pemilu 2024 dapat memanfaatkan semua potensi ekonomi secara maksimal.
"Saya kira, karena ini tahun politik, siapapun pemenangnya kita berharap kita bisa memanfaatkan semua potensi ekonomi kita, seluruh potensi kita maksimalkan, seluruh sektor perekonomian kita bisa tumbuh lebih tinggi, sehingga kita bisa mencapai pertumbuhan yang benar-benar kita harapkan ada di kisaran rata-rata 7%-8% itu bisa kita wujudkan," imbuhnya.

