Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, ASII, AUTO, BBRI, SSIA, dan BTPS
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.550-7.650 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Astra International (ASII), Astra Otoparts (AUTO), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Surya Semesta Internusa (SSIA), dan Bank BTPN Syariah (BTPS).
“IHSG pada Kamis, 29 Agustus 2024, melemah 0,41% ke level 7.627. Meski melemah, namun indeks berhasil mencetak ATH (all time high) di level 7.715,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga
Harga Emas Naik, Ini Antisipasi yang Dilakukan Pelaku Pasar Global
Mayoritas indeks sektoral melemah, kecuali sektor konsumen nonprimer yang menguat tipis 0,05%. Sebaliknya, sektor yang melemah paling signifikan yaitu bahan baku dan transportasi masing-masing sebesar 1,38% dan 1,21%.
“IHSG sempat ditopang oleh penguatan sektor terkait komoditas energi yang menguat menjelang pembagian dividen interim. Investor asing mencatatkan net buy di pasar regulersebesar Rp 1,16 triliun, dengan 5 saham yang paling banyak dibeli yaitu BBRI, BMRI, CUAN, TLKM, dan BREN,” ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Bursa Global Rally, PDB AS Naik 3%
Sementara itu, bursa saham global rally kemarin waktu setempat, setelah rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal II-2024 naik 3%. "Bursa saham AS berbalik menguat, setelah rilis data revisi PDB kuartai II-2024 AS yang tumbuh 3% quarter to quarter (qoq), lebih tinggi dari perkiraan 2,8% dan periode sebelumnya yang hanya sebesar 1,4%," ucap Cheril.
Pertumbuhan ekonomi AS yang kuat menghempaskan kekhawatian pasar akan potensi resesi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu, serta memperkuat ekspektasi bahwa perekonomian AS menuju kondisi soft landing. Selain itu, klaim pengangguran mingguan turun ke 231 ribu, meski tidak signifikan dibanding pekan lalu di 233 ribu.
Di Eropa, data inflasi di Jerman dan Eropa periode Agustus kompak mencatatkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan pasar. Hal ini
direspons positif oleh bursa saham Eropa, dengan ekspektasi atas pemangkasan suku bunga ECB bulan depan semakin menguat.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Hampir 2%, Ini yang Jadi Biang Keroknya
Sedangkan di Asia, bursa saham bergerak variatif. Indeks MSCI Asia-Pasifik, di luar Jepang, turun 0.3%, tertekan oleh kinerja saham-saham di sektor teknologi pascarilis laporan keuangan kuartal II-2024 Nvidia.
"Hari ini, pelaku pasar menanti rilis inflasi PCE (personal consumption expenditures) AS bulan Juli, yang diperkirakan naik ke level 2,7% year on year, namun stabil secara bulanan," paparnya.
(Disclaimer on)

