Transaksi Digital Diprediksi Naik 14 Kali Lipat 2030, BI Minta Sokongan Industri
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi digital akan mengalami kenaikan signifikan pada 2030. Dalam hitungan BI, transaksi digital pada tahun tersebut naik 14 kali lipat menjadi 10,05 miliar transaksi per tahun.
Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, kenaikan ini didorong kebiasaan dari generasi Y dan Z yang dominan menggunakan sistem pembayaran dengan transaksi digital. Dia menyebut peranan generasi Y dan Z pada perekonomian akan dominan hingga 2030.
“Nanti akan ada generasi Alpha, yang menentukan selera atau preferensi membayar,” kata Ryan dalam taklimat media yang digelar beberapa waktu lalu.
Dengan kondisi ini, Ryan mengatakan akan ada tekanan pada infrastruktur yang dikembangkan BI yaitu BI Fast dan swasta. Infrastruktur tersebut diproyeksi tak akan bisa mengatasi transaksi yang mengalami kenaikan hingga 14 kali lipat.
Baca Juga
BI Kembangkan BI-Payment Info dan Clear untuk Deteksi Transaksi Fraud
“Nggak mungkin ditanggung sendirian oleh BI Fast atau infrastruktur yang dijalankan swasta,” kata dia.
Untuk merespons tantangan ke depan tersebut, BI menyiapkan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Inovasi yang dimaksud tersebut yaitu bersifat front end dan back end.
“Front end bersifat interaksi dengan pengguna misalnya QRIS. Back end itu infrastruktur untuk menyelesaikan seperti BI Fast,” kata dia.
Meski demikian, Ryan berharap BI mendapat sokongan dari industri perbankan dan pembayaran. Salah satu caranya yaitu dua inovasi yang ada perlu disesuaikan sesuai kebutuhan yang ada.
Baca Juga
“Transaksi 14 kali lipat ini harus sinergis, nggak mungkin ditanggung sendiri BI Fast. Meski BI Fast laku keras saat ini, kami teliti ada periode maintenance sehingga perlu berhenti terlebih dahulu,” kata dia.
Selain kecepatan pelayanan, Ryan juga berharap munculnya penyaring transaksi untuk mencegah penipuan dan pendanaan ilegal. Dia menyebut hal lain yang perlu dilihat yaitu penguatan sistem pembayaran lintas negara.
“Dengan semakin gencarnya interkonesi ke internasional kita mulai kerja sama QRIS antarnegara tapi kita nggak berenti di situ. Kita bergerak lebih jauh koneksi antarnegara lain yang permudah masyarakat baik masyarakat Indonesia dan di luar untuk transaksi secara efisien,” ujar dia.

