Klaim Penggangguran AS Turun, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 15.909/USD
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah tergelincir dalam pembukaan perdagangan Jumat (9/8/2024) pagi, usai rentetan tren menguat sebelumnya. Dilansir Yahoo Finance, rupiah melemah 20 poin terhadap dolar Amerika Serikat dan bergerak ke level Rp 15.909/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyoroti sejumlah rilis data ekonomi yang menjadi sentimen terhadap pergerakan dolar AS. Di antaranya, klaim pengangguran awal di AS turun tajam pada pekan yang berakhir 3 Agustus., lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
"Klaim pengangguran awal AS dilaporkan sebesar 233.000, sedikit di bawah perkiraan 240.000. Hal ini mengurangi kekhawatiran terhadap memburuknya kemerosotan ekonomi. Hal itu juga sejalan dengan leganya PMI jasa ISM yang kuat di bulan Juli 2024," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/8/2024) pagi.
Baca Juga
Antisipasi Serangan Iran ke Israel, Harga Minyak Bergerak Naik
Ia juga mengatakan, spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps semakin menguat. Perkiraan itu lebih kecil dibandingkan ekspektasi penurunan sebesar 50 bps pada awal minggu ini.
Baca Juga
Ekonomi RI Baik
Kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat mata uang rupiah terapresiasi sebesar 0,87% ke Rp 15.895/USD, namun masih terdepresiasi sebesar 3,23% year to date. Menurut Andry, fundamental perekonomian dalam negeri masih dinilai baik oleh pelaku investor. Ini seperti terlihat pada data cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi US$ 145,4 miliar pada Juli, dari US$ 140,2 miliar pada bulan sebelumnya.
"Hal ini menandai jumlah cadangan devisa terbesar sejak Desember lalu. Cadev didukung oleh penerbitan sukuk global pemerintah ditambah dengan pendapatan pajak dan jasa," ungkapnya.
Selain itu, rilis Bank Indonssia (BI) menunjukkan kepercayaan konsumen domestik meningkat, dengan indeks naik menjadi 123,4 pada Juli 2024, dibanding level terendah dalam empat bulan di 123,3 pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh ekspektasi terhadap kondisi perekonomian negara saat ini yang membaik, dengan indeks di level 113,5 dibanding 112,9 pada Juni 2024.
"Rupiah terhadap USD hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp 15.865-Rp 16.013 per dolar AS," tutur dia.
