Kurs Rupiah Lanjut Menguat Selasa Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah melanjutkan tren menguat terhadap dolar Amerika Serikat, dalam pembukaan perdagangan Selasa (6/8/2024) pagi hari ini. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak menguat tipis 5 poin ke level Rp 16.174/USD setelah sebelumnya bertengger di posisi Rp 16.179/USD kemarin.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyorot sejumlah rilis fundamenta ekonomi Amerika Serikat, yang menjadi sentimen utama terhadap pergerakan indeks dolar. Ini di antaranya pesanan baru untuk barang manufaktur AS yang turun 3,3% per bulan, menjadi US$ 564,2 miliar pada Juni 2024.
"Kontraksi itu lebih besar dari ekspektasi pasar sebesar 2,9%, yang menandai penurunan paling tajam sejak Januari," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Terkoreksi, Dibandrol Rp 1.413.000 per Gram
Kontraksi tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan pesanan peralatan transportasi 20,6% menjadi US$ 75,79 miliar, dengan pengukur yang mengecualikan transportasi naik tipis 0,1% per bulan. Sementara, CBOE Volatility Index (VIX) melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2020.
"Sentimen negatif bertambah dengan laba yang lebih lemah dari perkiraan dari perusahaan teknologi terkemuka, dan meningkatnya ketidakpastian di sektor AI (artificial intelligence)," lanjutnya.
Imbal Hasil US Treasury
Imbal hasil US Treasury AS 10 tahun juga tercatat turun 0,2 bps menjadi 3,79%, lantaran data ekonomi yang lemah meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan ekonomi AS dan meningkatkan taruhan bahwa The Fed perlu menaikkan suku bunga Fed Funds Rate lebih sering. Namun, secara year to date, masih menguat 9,1 bps.
"Para pedagang kini memperkirakan penurunan suku bunga hampir 125 bps tahun ini. Peluang penurunan 50 bps pada 24 September mencapai hampir 92%, dibandingkan dengan sekitar 12% minggu lalu," paparnya.
Baca Juga
Harga Minyak Jelantah Tembus Rp 10.000 per Liter, Diminati Eropa dan AS
Data pada hari Jumat lalu menunjukkan indikasi pelemahan ekonomi AS. Penambahan lapangan kerja pada 24 Juli sebanyak 114 ribu, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 175 ribu. Tingkat pengangguran juga secara tak terduga melonjak ke level tertinggi tahun 2021 sebesar 4,3%, dan pertumbuhan upah melambat lebih dari yang diharapkan.
Sebelumnya, PMI manufaktur ISM AS menunjukkan kontraksi yang mengejutkan di sektor manufaktur. Di sisi lain, PMI Jasa ISM memberikan sedikit kelegaan bagi investor, menunjukkan pemulihan yang lebih besar dari yang diharapkan di sektor jasa.
Kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah pada Senin (5/8/2024) terapresiasi sebesar 0,09% ke level Rp 16.185/USD. Namun secara year to date, masih terdepresiasi sebesar 5,12% ytd.
Rupiah tercatat menguat setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2024 lebih baik dari perkiraan sebesar 5,05% yoy (vs konsensus 5%). "Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 16.117-16.192/USD," tutur Andry.

