Kurs Rupiah Menguat usai Ekonomi RI Diumumkan Tumbuh 5,05% Kuartal II
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat dalam perdagangan Senin (5/8/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang rupiah menguat 80 poin ke level Rp 16.154/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual menilai, menguatnya mata uang rupiah tidak lepas dari rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2024 mencapai 5,05%, yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi. "Rupiah relatif menguat karena data pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari ekspektasi," kata David kepada Investortrust.id, Senin (5/8/2024).
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% di kuartal II 2024, menurut Ekonom BCA itu, lebih tinggi dari prediksi pasar yang berada di sekitar 4,95%.
Perkiraan Resesi AS
Sementara itu, sentimen di pasar modal emerging market relatif negatif hari ini. David mengatakan. kejatuhan terdalam dialami bursa Tokyo (Topix) yang turun lebih dari 12%, setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga akhir minggu lalu.
"Kejatuhan pasar modal global terjadi setelah data ketenagakerjaan AS lebih buruk dari ekspektasi. Non-farm payroll turun lebih dalam 114 ribu (dibandingkan ekspektasi sebesar 175 ribu). Hal ini memicu munculnya ekspektasi resesi ekonomi sudah mulai terjadi di AS," tutur David.

