KKP: PNBP Perikanan Semester I Rp 533 Miliar, Jauh dari Target
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor kelautan dan perikanan pada semester I-2024 sebesar Rp 533 miliar. Angka ini masih jauh dari target 2024.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan KKP Mochamad Idnillah mengatakan, capaian PNBP tersebut masih sangat rendah dan jauh dari target yang ditetapkan pada 2024 sebesar Rp 1,79 triliun. "PNBP perikanan tangkap per 26 Juli Rp 533 miliar, memang masih cukup jauh dari target Rp 1,79 triliun pada tahun 2024, namun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 42,9 miliar," ucapnya pada konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Ia mengatakan, PNBP sudah beranjak naik karena SOP yang dijalankan bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sangat efektif memberikan layanan terbaik kepada pelaku usaha. Pendataan di pelabuhan juga sudah mulai dilayani dengan baik, dengan menempatkan enumerator-enumerator yang cukup di pelabuhan perikanan.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan KKP Mochamad Idnillah mengatakan, capaian PNBP tersebut masih sangat rendah dan jauh dari target yang ditetapkan pada 2024 sebesar Rp 1,79 triliun. "PNBP perikanan tangkap per 26 Juli Rp 533 miliar, memang masih cukup jauh dari target Rp 1,79 triliun pada tahun 2024, namun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 42,9 miliar," ucapnya pada konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Nilai Ekspor Perikanan Capai Rp 44,24 Triliun, AS dan China Jadi Sumber Cuan
Ia mengatakan, PNBP sudah beranjak naik karena SOP yang dijalankan bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sangat efektif memberikan layanan terbaik kepada pelaku usaha. Pendataan di pelabuhan juga sudah mulai dilayani dengan baik, dengan menempatkan enumerator-enumerator yang cukup di pelabuhan perikanan.
Nilai Tukar Nelayan
Ia juga mengungkapkan nilai tukar nelayan pada semester I-2024 di angka 101,62, sedangkan target pada 2024 sebesar 108. Mochamad menjelaskan nilai tukar nelayan sangat bergantung pada harga produk perikanan yang dihasilkan nelayan dibandingkan pengeluaran.
"Beberapa bulan terakhir harga masih rendah dan seiring dengan berjalannya waktu, harga ikan sudah berjalan normal karena dari supply sudah mulai beranjak ke volume normal," tandasnya.
"Beberapa bulan terakhir harga masih rendah dan seiring dengan berjalannya waktu, harga ikan sudah berjalan normal karena dari supply sudah mulai beranjak ke volume normal," tandasnya.

