JP Morgan Prediksi The Fed Pangkas Bunga 2 Kali Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Global Market Strategist JP Morgan Asset Management Raisah Rasid memprediksi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR) dua kali pada tahun ini. FFR masih berada pada level 5,25% hingga 5,50%.
“Jadi seperti yang disampaikan Pak Chatib (mantan Menkeu Chatib Basri), menurut kami ada dua pemotongan (FFR) yang akan dilakukan tahun ini. Pertama pada September dan kedua, pada Desember,” kata Raisah saat menghadiri Mandiri Market Outlook 2024, diakses Rabu (17/7/2024).
Baca Juga
Raisah mengatakan terdapat dua data yang menunjukkan arah pemotongan FFR dua kali pada tahun ini. Pertama yaitu laporan inflasi AS yang membaik pada pekan lalu. Kedua, pasar tenaga kerja yang lebih seimbang.
“Menurut saya, inflasi (AS) sejauh ini sudah bergerak ke arah yang benar. Apa yang perlu dilihat The Fed sebelum pertemuan bulan September adalah data tenaga kerja yang sangat bagus,” kata dia.
Baca Juga
Tebar Dividen Rp 23,2 Triliun, BRI Jadi Kontributor Terbesar Setoran BUMN
Alasan Politis
Sementara itu, ekonom dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan tingkat pengangguran yang mulai meningkat di AS menjadi gejala yang baik. Dia mengatakan tingkat pengangguran di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu telah menjadi 4,1% pada Juni 2024, dari sebelumnya 3,9% di April 2024.
“Jadi, itu menunjukkan pasar tenaga kerjanya sudah mulai ease,” kata Chatib.
Melihat kondisi tersebut, Chatib meyakini the Fed memiliki ruang untuk menurunkan FFR. Dari ekspektasi pasar, dia menyebut The Fed akan menurunkan FFR pada September 2024.
“Tapi menurut pendapat pribadi saya, The Fed tidak akan memotong suku bunga pada September karena dua alasan,” kata dia.
Alasan pertama, kata Chatib, yaitu karena tingkat pengangguran di AS secara normal 5%. Dia mengatakan the Fed mungkin masih akan mempertahankan bunga yang relatif tinggi sampai tingkat penganggurannya di 5%.
Chatib mengatakan alasan kedua bersifat politis. Dia mengatakan The Fed akan kesulitan membuat keputusan pemotongan FFR sebelum pemilihan presiden pada November. “Karena, mereka akan bisa dianggap partisan terhadap incumbent,” ujar dia.
Melihat alasan itu, Chatib menduga penurunan FFR akan terjadi pada Desember 2024. Melihat kondisi pasar tenaga kerja AS yang tak lagi ketat dan inflasi yang mulai menurun, isu yang paling krusial bagi The Fed saat ini yaitu momentum.
“Isunya hanya sekadar timing,” kata dia.

