Hutama Karya Minta Tambah PMN Rp 13,86 Triliun, Pastikan JTTS Dilanjutkan
JAKARTA, investortrust.id – PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus dilanjutkan. BUMN karya ini juga meminta tambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2025
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Adjib Al Hakim menyampaikan, perseroan menargetkan penyelesaian dua ruas JTTS rampung di semester II-2024. “Hutama Karya menargetkan dua ruas ini dapat segera rampung di kuartal III dan IV tahun 2024, sehingga konektivitas dan mobilitas antarprovinsi akan semakin lancar,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga
DPR Putuskan PMN untuk LPEI Rp 5 Triliun, Separuh dari Usulan Kemenkau
Ia menjelaskan, perseroan akan fokus menyelesaikan dua ruas JTTS. Ini di adalah Ruas Padang – Sicincin (36 kilometer/km) di Provinsi Sumatra Barat dan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi I Padang Tidji – Seulimum (25 km) di Provinsi Aceh.
Adjib menambahkan, ketersediaan lahan untuk pembangunan kedua ruas tersebut sudah hampir selesai, sehingga proses konstruksi diharapkan dapat berjalan lancar. "Hingga akhir Juni 2024, progres pengadaan lahan Ruas Padang – Sicincin naik mencapai 96,68%, dengan progres konstruksi mencapai 67,20%," ujarnya.
Pada periode yang sama, lanjut Adjib, progres pengadaan lahan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi I Padang Tidji – Seulimum sudah mencapai 76,65%, terhadap Penetapan Lokasi (Penlok) lama dan tambahan. Progres fisik ruas ini juga sudah mencapai 88,55%.
“Jalan Tol Padang – Sicincin akan dilengkapi sejumlah fasilitas struktur, seperti 1 simpang susun, 3 gerbang tol, dan jumlah lajur 2x2 pada tahap awal. Rencana kecepatan kendaraan pada ruas ini mencapai 80 km/jam, yang dapat mempersingkat waktu perjalanan dari Padang menuju Sicincin dari 1,5 jam menjadi hanya 30 menit, serta berpotensi bagi pengembangan daerah sekitar,” paparnya.
Sementara itu, menurut Adjib, Jalan Tol Sigli – Banda Aceh memiliki total panjang sekitar 74 km. Jalan ini terbagi menjadi 6 Seksi.
“Jika tersambung sepenuhnya, Jalan Tol Sigli – Banda Aceh akan dilengkapi dengan 6 simpang susun, 7 gerbang tol, dan jumlah lajur 2x2 pada tahap awal. Kecepatan (kendaraan melintas) rencana 100 km/jam,” katanya.
Adjib menambahkan, perseroan tengah membangun empat buah Tempat Istirahat Pelayanan (TIP). Rest area ini ditargetkan rampung pada kuartal III-2024, guna meningkatkan kenyamanan bagi pengguna Tol Trans Sumatera.
Adapun ruas yang telah beroperasi Seksi 2 hingga 6 (Seulimeum – Baitussalam). Ekuivalen panjangnya sekitar 49 km.
“Jika Seksi I rampung, maka Tol Sigli – Banda Aceh akan tersambung sepenuhnya. Inni dapat mengefisiensikan waktu tempuh dari Sigli ke Banda Aceh yang sebelumnya 2-2,5 jam menjadi 1-1,5 jam perjalanan saja,” ungkap Adjib.
Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI, pada Selasa (2/7/2024) lalu, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto memaparkan progres terbaru dari pembangunan, serta target konstruksi JTTS.
“Sampai dengan 25 Juni 2024, Hutama Karya telah mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 800 km. Direncanakan Tahap I dan sebagian Tahap II selesai pada tahun 2024,” ujar Budi Harto beberapa waktu lalu.
PMN Tingkatkan Struktur Permodalan
Hutama Karya juga meminta tambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2025 sebesar Rp 13,86 triliun. Dana itu diperuntukkan untuk meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam pembangunan JTTS.
Budi Harto menyatakan, PMN sebesar Rp 13,86 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan ruas Jambi - Rengat dengan investasi sebesar Rp 7,6 triliun, ruas Rengat - Junction Pekanbaru sebesar Rp 5,8 triliun, dan perencanaan teknis JTTS Tahap III senilai Rp 400 miliar.
“Manfaat dari PMN ini adalah untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatra. Ini mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi,” kata Budi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024) lalu.

