Banggar DPR Ingatkan Ancaman Defisit APBN 2024 Melebar
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengingatkan pemerintah mengenai potensi melebarnya defisit APBN pada 2024. Said mengatakan defisit dapat menembus lebih dari target sebesar 2,29% dari produk domestik bruto (PDB).
“Mencermati realisasi APBN semester-I 2024, pimpinan Banggar meminta pemerintah berhati-hati. Ini karena prognosis defisit APBN lebih besar dari target APBN 2024,” kata Said di ruang Banggar DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Lifting Migas Selalu Meleset, Kenaikan Harga BBM Digencet, Impor Ratusan Triliun
Said mengatakan, Undang-Undang APBN 2024 merencakan defisit sebesar 2,29% dari PDB atau Rp 522,8 triliun. Tetapi, prognosis defisit hingga akhir tahun berpotensi mencapai 2,7% dari PDB atau setara Rp 609,7 triliun.
“Hal ini terjadi lantaran potensi pembengkakan belanja negara dari rencana Rp 3.325,1 triliun menjadi Rp 3.412,2 triliun,” kata dia.
Tak Diimbangi Penerimaan Negara
Namun, potensi pembengkakan belanja negara itu tidak diimbangi dengan penerimaan negara, meski realisasinya hingga Juni 2024 cukup meyakinkan untuk mencapai target hingga akhir tahun ini. Said mengatakan, berdasarkan realisasi semester I-2024, pendapatan negara mencapai Rp 1.320,7 triliun atau 47% dari target APBN 2024.
Baca Juga
Sri Mulyani dan Tim Prabowo Komitmen Defisit APBN 2025 di Bawah 3%
Akan tetapi, kata Said, realisasi penerimaan dari sektor perpajakan mulai terlihat merosot. Dia mengatakan, penerimaan perpajakan pada periode yang sama tahun lalu lebih besar dari saat ini.
“Penerimaan pajak (semester I tahun 2024) hanya mencapai Rp 1.002,8 triliun atau hanya 44,5% dari target. Padahal, semester I tahun lalu mencapai 52,4%” kata dia.
Oleh sebab itu, ia melihat potensi pembengkakan defisit. Said menyarankan pemeirntah untuk memanfaatkan Sisa Anggaran Lebih (SAL) pada 2023. Selain itu, dia mengatakan, proyek-proyek yang tidak terlalu signifikan untuk pertumbuhan ekonomi perlu dipertimbangkan ulang.
“Kami menyadari sepenuhnya karena berbagai gejolak sebulan terakhir mau tidak mau kami menyiapkan diri di Banggar, jika pemerintah memerlukan tambahan dari SAL,” kata dia.

