Rupiah Melemah Tipis ke Rp 16.384/USD Rabu Sore
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah tergelincir tipis pada penutupan perdagangan Rabu (3/7/2024) sore. Mata uang Garuda melemah 3 poin ke Rp 16.387/USD, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.384/USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance dari pasar spot, rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga pukul 17.00 WIB, rupiah menguat 24 poin ke Rp 16.365/USD, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya Rp 16.389.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyoroti sentimen atas pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Powell memberikan komentar agak dovish, yang menunjukkan bank sentral AS kemungkinan besar akan memulai siklus pelonggaran pada akhir tahun ini.
"Komentar pejabat tinggi The Fed melebihi data yang menunjukkan lowongan pekerjaan di AS meningkat pada Mei, setelah mencatat penurunan yang sangat besar dalam dua bulan sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Lowongan pekerjaan yang mengukur permintaan tenaga kerja ternyata naik 221.000 menjadi 8,14 juta pada hari terakhir bulan Mei, menurut laporan Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja atau JOLTS. Sejumlah ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memprakirakan 7,91 juta lowongan pekerjaan di Mei 2024.
"Data untuk bulan April direvisi lebih rendah untuk menunjukkan 7,919 juta posisi yang tidak terisi, dibandingkan dengan yang dilaporkan sebelumnya 8,059 juta," sambungnya.
Menyusul laporan JOLTS dan komentar Powell, peluang bank sentral AS menurunkan suku bunga pada bulan September naik menjadi 69%, dari sekitar 63% pada hari Senin, menurut perhitungan LSEG. Pasar juga memperkirakan satu atau dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun tercatat naik hampir 14 basis poin (bps) menjadi 4,479% semalam, dan para analis menghubungkan kenaikan tersebut dengan ekspektasi bahwa Donald Trump akan memenangkan kursi kepresidenan AS, yang pada gilirannya menyebabkan kenaikan tarif lebih tinggi dan pinjaman pemerintah.

