Kurs Rupiah Menguat Rabu Sore, Analisis Ungkap Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (28/8/2024) sore. Kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah menguat 33 poin ke level Rp 15.476/USD, dibanding posisi Rp 15.476/USD kemarin.
Sementara berdasarkan data dari pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 16.30 WIB, kurs rupiah menguat 69 poin ke level Rp 15.420/USD. Kemarin, kurs rupiah ditutup di posisi Rp 15.489/USD.
Research & Education Coordinator PT Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, menguatnya mata uang rupiah tidak lepas dari melemahnya indeks dolar AS. Menurut dia, pelemahan dolar karena investor tengah mencermati serangkaian data penting AS yang akan tersaji besok dan lusa.
"Besok ada rilis data PDB (produk domestik bruto) per kuartal dari Amerika, yang diperkirakan tetap pada 2,8%. Sementara inflasi individu dari Core PCE (personal consumption expenditures) diperkirakan tetap pada 0,2% untuk bulanannya," kata Nanang kepada Investortrust.id, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Baca Juga
Menkeu Keukeuh Nilai Tukar Tetap Rp 16.100/US$ di RAPBN 2025
Ia menjelaskan beberapa data fundamental Amerika di awal pekan menunjukkan kemajuan, seperti membaiknya Durable Goods Orders dan Consumer Confidence. Namun, sentimen pasar global tengah terfokus pada pemangkasan suku bunga The Fed di September, seiring sudah dipastikan akan terjadi pelonggaran.
Peluang Penurunan 50 Bps
Kalangan investor, kata Nanang, tengah mencermati besaran pemangkasan bunga oleh The Fed pada pertemuan bulan depan, sembari menunggu beberapa katalis penting di awal September seperti non farm payroll, unemployment rate, serta inflasi konsumen dan produsen.
"Bila data penting tersebut mengalami perlambatan, maka ruang porsi pemangkasan bisa saja lebih besar dari 25 basis poin, yakni 50 basis poin," lanjut dia.
Baca Juga
Ia menuturkan, pergerakan rupiah untuk besok akan dipengaruhi pergerakan indeks dolar di sesi perdagangan Amerika malam ini, serta sikap investor menjelang rilis data AS di Kamis malamnya. Selain data PDB, ada data mingguan klaim pengangguran yang diperkirakan tetap 232 ribu.
"Rupiah besok ada potensi akan bergerak dalam zona range Rp 15.370-15.500/USD. Potensi penguatan terbatas menuju Rp 15.380/USD, sedangkan pelemahan kembali mendekati Rp 15.470/USD," tutur dia.

