Mendag Korsel: Pembangunan Pabrik Baterai EV Didukung Insentif Pajak
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Inkyo Cheong berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah Indonesia dalam pembangunan pabrik dan ekosistem baterai listrik di Karawang, Jawa Barat. Inkyo mengatakan pembangunan pembangunan ekosistem pabrik listrik ini dapat terlaksana karena insentif pajak dan penyederhanaan aturan bea cukai.
“Perusahaan Korea Selatan telah investasi besar untuk membangun pabrik baterai. Pemerintah Indonesia telah mendukung proyek ini, melalui insentif pajak dan prosedur bea cukai yang disederhanakan,” kata Inkyo saat peresmian pabrik dan ekosistem baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Bahlil: Korea Tanam Modal Rp 200 Triliun, Investasi Tak Hanya Dikuasai Satu Negara
Inkyo optimistis ekosistem pabrik baterai listrik di Karawang, Jawa Barat, akan menjadi pusat pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Tak hanya itu, dia yakin pengembangan baterai kendaraan listrik akan 'menjelajahi' perdagangan dunia.
“Saya sangat yakin bahwa dalam waktu dekat kendaraan listrik Indonesia dengan baterai (buatan) Indonesia akan menjelajahi pasar Asean dan global,” kata dia.
2.000 Perusahaan Korsel
Inkyo mengatakan kerja sama dalam pengembangan ekosistem baterai mobil listrik ini menandai ulang tahun ke-51 hubungan diplomatik antarkedua negara. Kerja sama ini, kata dia, akan menjadi tonggak sejarah baru memasuki setengah abad kerja sama bilateral.
“Selama setengah abad terakhir, kedua negara telah mendorong kerja sama aktif di berbagai bidang industri manufaktur,“ kata dia.
Ke depan, Inkyo berharap hubungan baik Indonesia dengan Korea Selatan akan semakin erat dalam menghadapi isu-isu internasional. Ini seperti netralitas karbon dan pembangunan rantai pasokan yang stabil.
“Kita dapat memaksimalkan efek sinergi dengan saling melengkapi dalam pembangunan infrastruktur untuk mengurangi gas rumah kaca, pengembangan teknologi baru, dan eksplorasi serta komersialisasi mineral penting, yang digunakan dalam industri canggih seperti baterai,” ujar dia.
Baca Juga
Hyundai: Masuk Supply Chain Global, Target Produksi Kendaraan Listrik Indonesia 600.000
Inkyo menyebut saat ini terdapat lebih dari 2.000 perusahaan asal Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia. Dia berharap kerja sama ekonomi dua negara terus berkembang ke depan.
“Saya berharap kedua negara akan terus memperluas kerja sama yang berorientasi masa depan, di berbagai bidang. Ini seperti kendaraan listrik, energi, dan infrastruktur,” kata dia.

