Sudah Dibangun Pabrik Baterai EV Terbesar di ASEAN, Total Investasi Rp 45,88 Triliun
KARAWANG, investortrust.id - Fase pertama dari fasilitas produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) milik Hyundai LG Indonesia Green Power sudah dibangun di Karawang, Jawa Barat. Pabrik baterai kendaraan listrik pertama dan terbesar di ASEAN ini total investasinya nanti Rp 45,88 triliun.
Hal itu dikatakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan pada Kamis (14/09/2023) malam, usai meninjau pabrik di Karawang. “Alhamdulillah dua tahun yang lalu, kami melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai mobil, sel baterai, dan dua tahun kemudian ini sudah jadi. Fasilitas produksi yang kini telah dibangun di Karawang New Industry City (KNIC) merupakan fase pertama dari dua fase yang direncanakan oleh PT HLI Green Power. Investasi pabrik sel baterai untuk kendaraan listrik tersebut senilai US$ 3,1 miliar atau Rp 45,88 triliun, yang terintegrasi dengan proyek Grand Package hulu-hilir baterai,” katanya.
Baca Juga
Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik Perpanjang Umur Industri Tak Hanya 20 Tahun
Pabrik tersebut menerapkan teknologi terbaru dari LG. Dari lima pabrik milik LG di dunia, pabrik di Indonesia inilah yang menggunakan teknologi terbaru.
Fase I Rp 16,28 Triliun
Pembangunan fase pertama pabrik menelan investasi senilai US$ 1,1 miliar atau Rp 16,28 triliun, dengan kapasitas produksi 10 GWh. Hingga pertengahan tahun ini, perusahaan telah menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.000 orang. Sedangkan target produksi komersial pada April 2024.
Bahlil mengatakan pembangunan pabrik baterai listrik ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi. “Inilah yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Joko Widodo, yang diarahkan selalu kepada kami menterinya, untuk membangun hilirisasi. Apa yang disampaikan Bapak Presiden selama ini bukan hanya omongan-omongan, tapi ada bukti nyata. Selain betul-betul menggunakan teknologi tinggi, yang mengoperasikan nanti anak-anak Indonesia. Kami kirim 100 orang lebih ke Korea untuk mereka belajar di sana,” tandas Bahlil.
Untuk fase kedua, tahap konstruksi akan dimulai pada Januari 2024 dan berproduksi komersial pada Maret 2025, dengan kapasitas produksi sebesar 20 GWh. Nilai investasi yang ditanamkan US$ 2 miliar atau Rp 29,60 triliun dan diperkirakan akan menyerap 2.800 tenaga kerja Indonesia.
Terima Kasih Dukungan Pemerintah
Saat kunjungan ke pabrik, CEO PT HLI Green Power William Hong mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. “Keberhasilan perusahaan dalam merealisasikan proyek investasi di Karawang tidak terlepas dari dukungan pemerintah. Tepatnya 2 tahun lalu, Presiden Jokowi dan Menteri Bahlil datang ke sini untuk groundbreaking, dan 2 tahun setelah itu pabrik selesai dibangun dan bisa melakukan produksi percobaan. Hal ini sangat membuat saya tersentuh,” ujarnya.
PT HLI Green Power merupakan perusahaan joint ventureantara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution, dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Investasi PT HLI Green Power merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Investasi/BKPM dan Konsorsium Hyundai, LG, dan IBC pada 28 Juli 2021. Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menggiatkan investasi yang akan mendukung pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

