Pabrik Metanol Rp 19 Triliun di Bojonegoro Bakal Dibangun Pengusaha Dalam Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah berencana membangun pabrik metanol senilai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 19 triliun di Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam proyek tersebut, pemerintah akan menggandeng para pengusaha dalam negeri.
“(Proyek dipegang) swasta nasional. Investornya ada di dalam negeri, nggak ada asing,” kata Bahlil dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (19/1/2025).
Bahlil menyebutkan, Indonesia membutuhkan sekitar 2,3 juta ton metanol per tahun sebagai bahan pembuatan B40, yaitu bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan campuran bahan bakar nabati biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40%.
Baca Juga
Bahlil Targetkan Lifting Minyak Capai 1 Juta Barel per Hari pada 2029
Itu sebabnya, menurut Bahlil, pemerintah berencana membangun pabrik metanol berskala besar dengan nilai investasi sekitar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 19 triliun. Pasalnya, produksi metanol dalam negeri saat ini hanya sekitar 500 ribu ton per tahun.
“Metanol produksi dalam negeri kita tidak lebih dari 500 ribu ton. Artinya kita selama ini impor 80% (untuk penuhi kebutuhan dalam negeri). Nah, ini kita dorong untuk kita bangun metanol di Bojonegoro,” ujar dia.
Selain metanol, kata Bahlil, pembuatan B40 membutuhkan etanol. Nantinya, produk etanol akan dihasilkan dari tebu. Pabrik etanol akan dibangun di wilayah Jawa dan Merauke.
"Supaya betul-betul pembaurannya itu dilakukan semuanya dalam negeri," ucap Bahlil.
Baca Juga
Bahlil Beri Kabar Terbaru Pensiun Dini PLTU Batu Bara, Ini Updatenya
Dia menjelaskan, selain lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi karbon, implementasi B40 diharapkan menjadi salah satu tonggak menciptakan kedaulatan energi. Presiden Prabowo Subianto bahkan menginginkan agar biodiesel ini terus dikembangkan hingga B100.
“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100%. Bisa kita bayangkan nggak? Kita tidak akan impor lagi solar dari luar negeri, karena kita punya produksi kelapa sawit sekarang 48 juta ton,” papar Presiden Prabowo.

