Powell Akui Inflasi AS Tren Turun, Rupiah Rebound Rabu Hari ini
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengakui inflasi AS sedang dalam tren turun menuju target 2% memberikan angin segar, yang mendorong rupiah rebound. Kurs rupiah berhasil rebound pada pembukaan perdagangan di pasar spot Rabu (3/7/2024) pagi, menguat 10 poin ke level Rp 16.379/USD dibandingkan pada perdagangan hari sebelumnya Rp 16.389/USD.
Nilai tukar mata uang Garuda sebelumnya sempat ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa (2/7/2024) sore, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Mata uang Garuda kemarin melemah 29 poin ke level Rp 16.384/USD dibandingkan posisi sebelumnya yakni Rp 16.355/USD.
"Komentar Powell masih menjadi salah satu sentimen utama terhadap pergerakan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat. Ini termasuk rupiah," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, di Jakarta, Rabu (3/7/2024).
| Perkembangan FFR, BI Rate, dan inflasi Indonesia. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Bursa saham AS 2 Juli 2024 waktu setempat juga ditutup menguat. Dow Jones meningkat sebesar 0,41% menjadi 39,331.85, dan S&P 500 naik 0,62% menjadi 5,509.01. Menurut Andry, hal ini didorong komentar Powell yang mengakui kemajuan inflasi tetapi menekankan The Fed belum siap untuk menurunkan suku bunga.
Sementara itu, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur oleh Institute of Supply Management (ISM) AS secara tidak terduga turun menjadi 48,5 pada 24 Juni, dari 48,7 pada 24 Mei lalu. Angka ini berada di bawah prediksi pasar sebesar 49,1 atau menjauh dari level ekspansi di atas 50.
Data ekonomi lain juga dirilis di negera dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Laporan JOLTS AS menunjukkan sedikit peningkatan dalam lowongan pekerjaan pada bulan Mei 2024, dibandingkan bulan sebelumnya.
"Klaim pengangguran dijadwalkan untuk dirilis pada hari Rabu ini. Sedangkan laporan pengangguran untuk 24 Juni 2024 ditetapkan pada hari Jumat minggu ini," imbuh Andry.
Dalam Negeri
Dari dalam negeri, sebelumnya, Kurs Mandiri mencatat rupiah kemarin terdepresiasi sebesar 0,5% menjadi Rp 16.395/USD. Depresiasi ini sudah sebesar 6,5% year to date. Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun 0,20% menjadi 7.125,14 (atau -2,0% ytd) dengan net inflow asing Rp 0,5 triliun (atau net outflow sebesar Rp 7,1 triliun ytd).
"Sedangan untuk pergerakan hari ini, rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.367-16.422 per dolar AS," tutur Andry.
