Imbal Hasil hingga 7% lebih, Pemerintah Serap Rp 23 Triliun dari Lelang Tujuh Seri SUN
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menyerap Rp 23 triliun dari penawaran lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN). Lelang digelar pada Selasa (25/6/2024),
“Total nomal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 23 triliun,” tulis DJPPR Kemenkeu, diakses Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
Pemerintah Lelang SUN Rp 36 Triliun pada 26 Maret 2024, Cek Tawaran Kuponnya
Dalam lelang tersebut, DJPPR menawarkan tujuh seri SPN03240925 (new issuance), SPN12250612 (reopening), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening), dan FR0102 (reopening). Lelang melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).
DJPPR mencatat, jumlah penawaran SUN seri SPN03240925 sebesar Rp 2,186 triliun. Sementara nomimal yang dimenangkan sebesar Rp 0,35 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan sebesar 6,58571% dengan jatuh tempo pada 25 September 2024.
Jumlah penawaran untuk SUN seri SPN12250612 sebesar Rp 3,155 triliun. Meski begitu, pemerintah tidak menyerap penawaran tersebut.
Imbal Hasil Rata-Rata 7,09%
DJPPR mencatat penawaran terbesar yaitu FR0100 sebesar Rp 22,6346 triliun dengan imbal hasil rata-rata 7,09090%. Dari seri ini, pemerintah menyerap Rp 9,8 triliun dengan tanggal jatuh tempo 15 Februari 2034.
DJPPR Kemenkeu mencatat, penawaran terbesar kedua yaitu seri FR0101 Rp 15,507 triliun dengan imbal hasil rata-rata 6,99992%. Dari seri ini, pemerintah menyerap Rp 6,7 triliun dengan tanggal jatuh tempo 15 April 2029.
Penawaran terbesar ketiga yaitu FR0098 Rp 6,1917 triliun, dengan imbal hasil rata-rata 7,13991%. Dari seri ini, pemerintah menyerap Rp 2,55 triliun dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2038.
Baca Juga
Loan to Deposit Ratio Naik 339 Bps, Kredit Tumbuh Kencang Tak Diimbangi DPK
Penawaran terbesar keempat yaitu seri FR0097 Rp 5,3639 triliun dengan imbal hasil rata-rata 7,15996%. Dari seri ini pemerintah menyerap Rp 3,5 triliun dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2043.
Penawaran terbesar kelima yaitu seri FR0102 Rp 1,3502 triliun dengan imbal hasil rata-rata 7,16857%. Dari seri ini, pemerintah menyerap Rp 0,1 triliun dengan tanggal jatuh tempo 15 Juli 2054.

