Inflasi Termasuk Terendah Dunia, Gubernur BI: Perlu Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta seluruh pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah untuk bersinergi untuk mengendalikan inflasi. Saat ini, inflasi Indonesia termasuk terendah di dunia.
Pesan itu disampaikan Perry saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6/2024). “Kita perlu terus memperkuat sinergi ini, karena kondisi global masih belum ramah. Berbagai tantangan ke depan perlu kita hadapi dengan upaya dan sinergi yang berkelanjutan,” kata Perry.
Baca Juga
Yang Diuntungkan Vietnam dan Thailand, Perdagangan ASEAN untuk Pertama Kalinya Terbesar ke AS
Perry mengatakan sinergi pengendalian inflasi dilakukan untuk memitigasi risiko kenaikan harga pangan dan energi, akibat konflik geopolitik global yang masih berlanjut. Dia juga mengingatkan seluruh pihak mengenai ketidakpastian pasar keuangan global.
“Ada pula masalah struktural. Ini seperti produksi dan efisiensi distribusi dan integrasi data pangan,” ucap dia.
Perry mengatakan, dalam kondisi global yang masih bergejolak, kebijakan moneter yang diambil BI akan konsisten menjaga stabilitas inflasi tetap terkendali. Dia mengatakan, nilai tukar rupiah juga terus dijaga untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kebijakan makroprudensial longgar dilakukan, antara lain melalui insentif likuiditas yang besar kepada perbankan. Kami berikan untuk penyaluran kredit pembiayaan ke berbagai sektor, untuk meningkatkan kapasitas perekonomian termasuk hilirisasi pertanian dan UMKM pangan,” ujar dia.
Terus Turun 10 Tahun
Perry mengatakan, inflasi Indonesia selama 10 terakhir terus menurun dan terkendali rendah. Dia menyebut, inflasi Indonesia termasuk salah satu yang terendah di dunia.
“Pada saat ini inflasi IHK bulan Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% (yoy). Inflasi terjaga dalam kisaran target 2,5% plus minus 1%” ujar dia.
Baca Juga
Dana Asing Keluar SBN, Utang Luar Negeri RI Turun 1,5% ke USD 398,3 Miliar April
Dia mengatakan, inflasi di sebagian daerah juga berada dalam kisaran target BI. Ini karena dukungan sinergi pengendali inflasi oleh pemerintah pusat dan daerah.
"Ini juga diiringi konsistensi kebijakan BI dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPID)," tandasnya.

