Tergelincir ke 16.297/USD, Rupiah Belum Keluar dari Tekanan Dolar
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah belum dapat keluar dari tekanan penguatan indeks dolar Amerika Serikat dalam penutupan perdagangan Rabu (12/6/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tergelincir 2 poin ke level Rp 16.297/USD, dibanding kemarin di posisi Rp 16.295/USD.
Indeks dolar AS terpantau stabil mendekati level tertinggi di satu bulan ke belakang, usai rebound dalam beberapa sesi terakhir yang juga mengantisipasi isyarat pertemuan The Fed. The Fed akan mengadakan pertemuan selama dua hari mulai Rabu (12/6/2024) waktu setempat, dan diprakirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate.
Menurut analis rupiah Ibrahim Assuaibi, setiap sinyal mengenai keputusan suku bunga di masa depan akan diawasi dengan ketat. Ini terutama di tengah maraknya spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga pada September.
"Saat ini, pelaku pasar tengah mewaspadai kemungkinan sikap hawkish The Fed, di tengah tingginya inflasi dan kuatnya pasar tenaga kerja. Sebelum pertemuan The Fed, data indeks harga konsumen juga akan rilis pada hari Rabu (12/6/2024) waktu setempat, diprakirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Mei 2024. Tren seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, Ibrahim juga mengungkap sejumlah ekonom menyambut baik pernyataan Bank Dunia yang kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Hal itu didorong sentimen ekspansi AS yang kuat, di tengah ancaman perubahan iklim, perang, dan utang yang tinggi yang akan merugikan negara-negara miskin yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk dunia.
Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 2,6% dari perkiraan 2,4% di Januari lalu. Ini akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an.
Baca Juga
Ada Makan Bergizi dan IKN, Luhut Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Lewati 5%
Proyeksi naiknya pertumbuhan ekonomi global akan berdampak positif terhadap perekonomian Asia Tenggara. "Terutama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang digadang-gadang baik oleh pemerintah ataupun Bank Indonesia berada di kisaran 5,11% secara tahunan," ucap Ibrahim.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka itu memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran 16.250 - 16.320 per dolar AS.

