Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.282/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu (5/6/2024). Berdasarkan kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia sore hari, mata uang Garuda berada level di Rp 16.282/USD, terkoreksi 62 poin dibanding kemarin Rp 16.220.
Dilansir dari Yahoo Finance, nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap greenback sejak perdagangan dibuka pada Rabu (5/6/2024) pagi. Hingga pukul 10.30 WIB, rupiah bergerak melemah 64 poin ke level Rp 16.278/USD, setelah hari sebelumnya ditutup di posisi Rp 16.214/USD.
Pelemahan rupiah ini seiring menguatnya indeks dolar AS. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro melihat penguatan dolar didorong perhatian pelaku pasar yang menyoroti data lowongan pekerjaan JOLTS terbaru, yang turun lebih dari perkiraan menjadi 8,06 juta.
"Itu merupakan level terendah sejak 21 Februari 2024. Ini mengindikasikan pasar tenaga kerja yang melemah," kata Andry di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
ISM PMI Melemah
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar mencermati angka ketenagakerjaan swasta AS dari Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu ini serta data aktivitas jasa. “Sementara pesanan pabrik AS naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Sedangkan ISM (Institute of Supply Management) PMI (Manufacturing Purchasing Managers Index) yang dirilis kemarin menunjukkan pelemahan yang mengejutkan pada sektor pabrik,” paparnya.
Baca Juga
Emas Tertekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga, Bagaimana Laju Harganya Hari Ini?
Dari dalam negeri, tingkat inflasi tahunan di Indonesia tercatat turun menjadi 2,84% pada Mei 2024, dari 3,0% pada bulan April 2024. Ini lebih rendah dibanding ekspektasi pasar sebesar 2,94%. Angka tersebut merupakan terendah sejak 24 Februari lalu, dan masih berada dalam kisaran target bank sentral Indonesia sebesar 1,5-3,5%.
“Untuk yield obligasi pemerintah RI IDR tenor 10 tahun naik sebesar 1,4 bps menjadi 6,81% (+29,1 bps ytd). Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah RI USD (INDON) tenor 10 tahun turun sebesar 6,0 bps, menjadi 5,19% (+37,3 bps ytd),” imbuhnya.
Baca Juga
Sinyal Hambatan Gencatan Senjata Topang Minyak Kembali Bullish, Ini Proyeksi Harganya
Sebelumnya, Bank Mandiri mencatat rupiah terapresiasi sebesar 0,1% ke level Rp 16.220/USD pada penutupan perdagangan kemarin (4/6/2024).

