Yield Obligasi Pemerintah AS Melonjak, Rupiah Tertekan ke Rp 16.239/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah bergerak melemah dalam pembukaan perdagangan Kamis (30/5/2024). Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, mata uang Garuda melemah 85 poin ke level Rp 16.239/USD, setelah hari sebelumnya berada di posisi Rp 16.154/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyorot rilis data kepercayaan konsumen Amerika Serikat yang kuat dan pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve menambah sentimen bearish. Ia juga menyinggung yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi sejak awal Mei 2024, yang memicu tekanan jual tajam pada obligasi pemerintah lain di seluruh dunia. Berdasarkan data Yahoo Finance, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun pada hari ini mencapai 4,6180, naik tajam dibanding yield pada 7 Mei lalu 4,4160.
"Saat ini, pelaku pasar tengah menanti lebih banyak data ekonomi AS dan laporan pendapatan pada hari ini," kata Andry di Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Baca Juga
Rangkul Investor Kripto dalam Kampanye, Donald Trump: Masa Depan Kripto akan Dibuat di AS
Andry mengatakan sebelumnya, pelaku pasar juga cenderung mencerna pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, yang menyatakan kebijakan saat ini bersifat restriktif. Para pejabat The Fed pun belum sepenuhnya mengesampingkan kenaikan suku bunga tambahan.
Di dalam negeri, Mandiri juga mencatat yield obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik sebesar 4,0 bps menjadi 6,85% (+32,6 bps ytd), dan imbal hasil obligasi pemerintah USD (INDON) tenor 10 tahun naik sebesar 7,4 bps menjadi 5,29% (+47,6 bps ytd). Sedangkan rupiah kemarin terdepresiasi sebesar 0,4% menjadi Rp 16.160/USD atau terkoreksi 5,0% ytd.
Baca Juga
Operator Satelit Ungkap Perlakuan Khusus ke Starlink Peroleh Hak Labuh, Ciptakan Iklim Tak Sehat
Perkiraan Pergerakan Rupiah
Sementara itu, CIMB Niaga mencatat, rupiah pada pagi ini melemah terhadap greenback 45 poin ke level Rp 16.225/USD. Mata uang lain seperti euro juga melemah 0,0805% terhadap dolar AS, ke level 1,0795/USD.
CIMB Niaga memperkirakan rentang perdagangan rupiah pada hari ini bergerak di Rp 16.000-16.250/USD. Sementara itu, kurs Jisdor BI pada Rabu kemarin berada di level Rp 16.160/USD.
Sedangkan Andry memprediksi rupiah hari ini bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.122-16.184 per dolar AS. "Itu karena latar belakang makroekonomi AS yang kuat dan kekhawatiran terhadap inflasinya berkepanjangan, sehingga memperpanjang ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ucapnya.

