Dolar Menguat, Kurs Rupiah Tertekan Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (29/5/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, pada pukul 09.00 WIB, rupiah melemah 55 poin ke level Rp 16.139/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, pergerakan dolar pagi ini tidak terlepas dari rilis data penjualan obligasi Amerika Serikatr. AS menjual obligasi 5 tahun senilai USD 70 miliar, dengan imbal hasil 4,55%, sedikit di atas level sebelum lelang 4,54%.
"Penawaran sebelumnya sebesar USD 69 miliar dalam obligasi 2 tahun juga menunjukkan permintaan yang lemah. Obligasi AS sudah berada di bawah tekanan pada awal sesi setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS meningkat secara tak terduga pada tanggal 24 Mei lalu. Ini semakin mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed," kata Andry, Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Selain itu, ia mengatakan pelaku pasar tengah mencerna pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, yang mencatat kebijakan saat ini bersifat restriktif. Ada indikasi para pejabat belum sepenuhnya mengesampingkan kenaikan suku bunga tambahan.
Andry memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak pada di kisaran Rp 16.046-16.122 per dolar AS.
The Fed Bisa Naikkan Bunga
Sementara itu, analis Cheril Tanuwijaya membeberkan komentar pejabat Bank Sentral Amerika Serikat yang kembali hawkish. Neel Kashkari mengatakan bahwa inflasi di bulan April 2024 memang lebih baik daripada 3 bulan pertama di 2024, namun masih belum sesuai target Bank Sentral AS, sehingga kenaikan suku bunga mungkin saja dilakukan jika ada data yang mengejutkan.
"Selain itu, rilis data indeks keyakinan konsumen AS periode Mei 2024 naik di atas perkiraan. Data harga rumah di kota-kota utama juga naik lebih tinggi dari perkiraan, ke rekor baru. Hal ini direspons oleh pelaku pasar dengan ekspektasi peluang pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate kembali turun," katanya memaparkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
"Selain itu, rilis data indeks keyakinan konsumen AS periode Mei 2024 naik di atas perkiraan. Data harga rumah di kota-kota utama juga naik lebih tinggi dari perkiraan, ke rekor baru. Hal ini direspons oleh pelaku pasar dengan ekspektasi peluang pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate kembali turun," katanya memaparkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

