Fraksi Nasdem Minta Pemerintah Perhatikan Daya Beli Kelas Menengah
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Charles Meikyansah meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap lemahnya daya beli kelas menengah.
“Melalui respons kebijakan yang cepat dan tepat terutama berkaitan dengan inflasi pangan, pajak, dan konsumsi,” kata Charles saat penyampaian pendapat fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Charles mengatakan fraksinya beranggapan asumsi inflasi pada kisaran 3,5% realistis. Tapi, kata dia, asumsi ini dapat ditekan hingga batas atas sebesar 3%.
“Fraksi Nasdem memandang pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mendorong target inflasi lebih rendah dan stabil dengan memperkuat kebijakan moneter, serta memitigasi risiko kenaikan inflasi,” kata dia.
Baca Juga
Tabungan Orang Kaya Meningkat meski Terus Berbelanja, Bagaimana Kelas Menengah Bawah?
Fraksi Nasdem, kata Charles, memandang tekanan inflasi domestik dapat terjadi karena dipicu kenaikan harga bahan pokok di masyarakat, terutama pada komoditas beras. Ini berkaca pada sumbangan inflasi pada awal 2024 yang disebabkan pada persoalan kelangkaan beras akibat mundurnya masa panen dan kurangnya pasokan.
Charles mengatakan Fraksi Nasdem juga meminta pemerintah menjaga stabilitas harga akibat tingginya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia berdampak terhadap kenaikan harga-harga komoditas.
“Terus menggerus pendapatan dan daya beli masyarakat secara keseluruhan dan signifikan pada 2025. Kenaikan komoditas bahan pokok tersebut tidak berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan masyarakat jika dikaitkan dengan rata-rata inflasi,” ujar dia.
Dalam paparannya, Charles meminta pertimbangan pemerintah untuk meninjau ulang asumsi nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 16.000 per US$ 1. Dia mengatakan BI perlu mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperdalam pasar uang agar mampu mengatasi tekanan eksternal.
Selain itu, Fraksi Nasdem, kata Charles, mendorong pemerintah mempertimbangkan target imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada kisaran 6,7% hingga 7,3%. “Fraksi Nasdem mendukung upaya pemerintah dalam mempertahankan tren positif penerimaan pajak yang terus mengalami perbaikan rasio,” ucap dia.

