Ekonom: Keputusan Pertahankan Bisa BI Rate Ciptakan Stabilitas Tukar Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Staf bidang Ekonomi, Industri, dan Global Market Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebutkan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate level 6,25% bisa menciptakan stabilitas pasar valuta asing (valas) dan keuangan domestik.
Keputusan ini juga diyakini dapat menjadi daya tarik investasi Indonesia tetap terjaga. "Lebih lanjut, perkembangan pasar valas maupun keuangan di Indonesia akan dipengaruhi oleh situasi perkembangan ekonomi global," kata Myrdal kepada investortrust.id, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga
Perry: BI Rate Tetap 6,25% untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan
Dia mengatakan, kebijakan BI mempertahankan BI Rate level 6,25% sudah sejalan dengan kebijakan the Fed. Apalagi, BI pasti melihat situasi ekonomi maupun sosial domestik Indonesia relatif solid sejauh ini maupun kedepannya.
"Kami memperkirakan level resistant rupiah berada di level Rp 16.340, meski demikian masih terbuka peluang rupiah turun ke bawah Rp 16.000 dan dengan yield obligasi 10 tahun pemerintah Indonesia di bawah 6,83%," kata dia.
Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, keputusan BI untuk mempertahankan tingkat suku bunga telah mempertimbangkan risiko dari skenario kebijakan the Fed yang higher for longer.
Baca Juga
BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2024 Masih Bisa Capai 5,5%
"Dari sisi global, kondisi pasar keuangan bulan Mei mulai menunjukkan perbaikan, didukung meredanya kekhawatiran akan konflik geopolitik di Timur Tengah dan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat (AS) terutama tren penurunan inflasi AS," kata Josua kepada investortrust.id.
Dia mengatakan, peningkatan tekanan di pasar keuangan global pada April 2024 telah memaksa BI menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Setelah kenaikan itu, Mata Uang Garuda menguat 1,67% month to date (mtd).
"Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun telah turun 31 bps mtd dan telah terjadi arus modal masuk ke pasar portofolio sebesar US$ 923 juta mtd sepanjang Mei 2024," kata Josua.
Grafik BI Rate

