Presiden Iran Meninggal, Apakah Harga Minyak bakal Membengkak?
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah belum berencana merombak besaran subsidi energi tahun 2024, seiring meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian dalam kecelakaan helikopter.
Dia mengatakan, dampak negative meninggalnya dua pimpinan pemerintah Iran tersebut terhadap harga energi akan dibahas dalam rapat pemerintah dengan DPR. “Kita lihat saja nanti bacaannya secara lengkap ketika dibahas dengan DPR,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga
Presiden Iran Wafat, Jokowi Harap Tidak Berdampak pada Harga Minyak Dunia
Saat ini, Sri Mulyani mengatakan, subsidi energi untuk 2024 belum ada perubahan. Meski demikian, dia mendukung langkah yang dilakukan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Pertamina mengenai evaluasi subsidi energi.
“Kita dukung saja, karena dalam APBN juga sudah ditetapkan jumlah volume dan anggaran subsidinya, itu yang perlu dijaga oleh Kementerian ESDM dan Pertamina,” kata dia.
Chief Economist Bank DBS Taimur Baig sebelumnya menyebutkan, kecelakan helikopter yang menewaskan dua pejabat tinggi Iran sebagai masalah internal. Kecelakaan itu tidak akan berdampak banyak pada kebijakan Iran di Timur Tengah.
Baca Juga
“Saya akan menganggapnya hanya sebagai kekhawatiran, karena ini adalah wilayah yang bergejolak,” kata Taimur saat DBS: Crafting a Sustainable Future Towards Golden Indonesia 2045 and ESG Excellence, di Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Taimur mengatakan, kecelakaan ini akan menjadi pembahasan dalam negeri Iran dan diyakini bisa diselesaikan dengan baik oleh penerusnya.

