Berbalik Arah, Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan I 2024 Defisit US$ 6,0 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia menilai, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2024 tetap terjaga, meski berbalik arah menjadi defisit 6,0 miliar dolar AS. Sebelumnya, pada triwulan IV 2023, NPI masih mencatatkan surplus mencapai 8,6 miliar dolar AS.
BI juga menilai defisit transaksi berjalan tetap rendah, di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sementara itu, transaksi modal dan finansial dinilai mencatatkan defisit yang terkendali, seiring dampak peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
"Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan I 2024 mencatat defisit 6,0 miliar dolar AS. Sedangkan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2024 tercatat tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, 20 Mei 2024.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus 48 Bulan Beruntun, Capai US$ 3,56 Miliar April
Cadev tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Transaksi Berjalan Defisit US$ 2,2 Miliar
Erwin menjelaskan lebih lanjut, transaksi berjalan mencatatkan defisit rendah, di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Pada triwulan I 2024, transaksi berjalan tercatat defisit 2,2 miliar dolar AS atau 0,6% dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 1,1 miliar dolar AS (0,3% dari PDB) pada triwulan IV 2023.
"Sedangkan neraca perdagangan nonmigas masih terus membukukan surplus, meski lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Ini akibat penurunan kinerja ekspor nonmigas, sejalan dengan perlambatan ekonomi global," paparnya.
Di sisi lain, kinerja neraca jasa membaik, didukung oleh peningkatan penerimaan devisa jasa pariwisata. Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer sedikit meningkat, dipengaruhi oleh masih tingginya tingkat suku bunga global.
Kinerja Transaksi Modal-Finansial Solid
Kinerja transaksi modal dan finansial juga dinilai tetap solid, ditopang oleh investasi langsung di tengah peningkatan kondisi ketidakpastian pasar keuangan global. Investasi langsung membukukan peningkatan surplus dari triwulan sebelumnya, sebagai cerminan dari tetap terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik.
Sementara itu, investasi portofolio tercatat defisit, terutama didorong aliran keluar modal asing pada surat utang domestik seiring peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Investasi lainnya juga mencatatkan defisit, dipengaruhi peningkatan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri.
"Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2024 mencatatkan defisit 2,3 miliar dolar AS. Ini setelah pada triwulan sebelumnya mencatat surplus 11,1 miliar dolar AS," ujar Erwin.
Baca Juga
Minggu III Mei, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 22,06 Triliun
Ke depan, lanjut dia, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI. Selain itu, terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
"NPI 2024 diprakirakan terjaga, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus, sejalan dengan prakiraan kembali meningkatnya aliran masuk modal asing seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, serta terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik," tandasnya.

