Akuisisi Kilang Minyak dan Kimia Shell Energy akan Perkuat Chandra Asri (TPIA)
JAKARTA, investortrust.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama dengan Glencore Plc, melalui perusahaan patungan CAGPC Pte Ltd, akan mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) dari Shell Singapore Pte. Aksi korporasi ini untuk memperkuat bisnis emiten milik Prajogo Pangestu tersebut.
Finance Director TPIA Andre Khor menegaskan bahwa langkah akuisisi ini akan semakin memperkuat keseluruhan bisnis TPIA, untuk meningkatkan dan memperlancar nilai perseroan secara konsisten sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Akuisisi aset ini selaras dengan strategi perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi dan penawaran portofolio kepada pelanggan di Asia Tenggara, yang sedang berkembang.
“Kami percaya bahwa kami memiliki peran yang sangat berharga dalam transisi energi dan membangun dari semua parameter utama ini, akuisisi ini sangat sesuai dengan lensa strategis kami,” ujar Andre dalam Analyst Call PT Chandra Asri Pacific Tbk secara virtual, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Akan Jadi Pemilik Mayoritas
Dengan akuisisi ini, Chandra Asri akan menjadi operator utama dan pemilik mayoritas CAPGC, perusahaan patungan bersama dengan Glencore. Sementara Glencore akan menjadi investor minoritas di perusahaan tersebut.
CAPGC akan fokus pada keahlian operasional pada keunggulan manufaktur. Sedangkan Glencore akan memanfaatkan jaringan global untuk dapat memasok dan memperluas minyak mentah, guna meningkatkan daya saing aset ini di masa depan dan mengakses pasar-pasar baru bagi produk perdagangannya.
“Kami akan memanfaatkan kekuatan masing-masing. Kami sangat gembira dengan proses ini, yang berhasil menjadi perusahaan patungan terkemuka dalam proses lelang yang sangat kompetitif,” ujarnya.
Kedua perusahaan itu juga akan berupaya mengembangkan pasar bahan kimia, untuk mengejar peluang baru dan memanfaatkan pasar Tanah Air, agar dapat memenuhi kebutuhan dan mengurangi impor. Adapun penyelesaian dari serah terima transaksi ini ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2024, setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Singapura.
“Pada saat ini, hanya untuk menegaskan kembali, penyelesaiannya masih bergantung pada persetujuan peraturan dari pemerintah Singapura dan otoritas terkait, yang akan terus maju dan melanjutkan dengan biaya baru,” tuturnya.
Baca Juga
BREN dan TPIA ATH, Prajogo Makin Tajir Rp 1.023 T dan Peringkat 25 Dunia
Investment Analyst Stockbit Sekuritas Theodorus Melvin mengatakan, akuisisi tersebut akan memberikan tiga dampak positif bagi TPIA. Ini adalah pertumbuhan pendapatan yang signifikan, diversifikasi produk melalui kepemilikan bisnis kilang, dan sinergi dengan Glencore untuk meningkatkan daya saing global.
Dalam risetnya, Theodorus memperkirakan pendapatan perseroan berpotensi meningkat menjadi lima kali lipat, seiring dengan potensi pendapatan tambahan berkisar US$ 8-10 miliar per tahun dari akuisisi kilang tersebut. “TPIA berpeluang mendapatkan tambahan pendapatan sekitar US$ 6,4-8 miliar per tahun atau naik 3-4 kali lipat, dibandingkan pendapatan perseroan tahun tahun 2023 senilai US$ 2,2 miliar,” paparnya dalam riset harian yang dikutip pada Selasa (14/5/2024).
Selain itu, kapasitas volume produksi TPIA diprediksi akan meningkat tiga kali lipat dari 4,2 juta ton menjadi 17,2 juta ton.

