Dialog dengan Mahasiswa Papua di Australia, Bahlil Titip Pesan soal Hilirisasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan lawatan ke Melbourne, Australia pada 12-14 Mei 2024. Dalam lawatannya, Bahlil sempat bertemu dan berdialog dengan para mahasiswa Indonesia asal Papua, di Melbourne pada Minggu (12/5/2024) siang waktu setempat.
Kepada para mahasiswa Papua di Australia, Menteri Bahlil menitipkan pesar agar memanfaatkan kesempatan studi di Australia dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Ia menegaskan pemerintah sangat serius untuk menjaga pembangunan di Papua, utamanya terkait hilirisasi.
Baca Juga
Sambangi MICE, Bahlil Singgung Tantangan Hilirisasi Kopi Indonesia
"Adik-adik kuliah baik-baik karena apa? Papua masa depannya akan dibangun," kata Bahlil dalam keterangan resmi BKPM, Senin (13/5/2024).
Bahlil mengungkap pemerintah berupaya mengembangkan hilirisasi sebagai langkah membangun wilayah Papua. Salah satu rencana yang saat ini tengah digodok adalah pembangunan smelter PT Freeport di Papua.
"Dengan pemerintah nantinya menguasai 61% saham Freeport, pembangunan smelter di Papua makin terbuka," paparnya.
Selain pembangunan pabrik pupuk di Papua, pemerintah juga akan mengembangkan industri gula dan etanol dari tebu. Pemerintah baru saja membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pembentukan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 15 Tahun 2024 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 April 2024 dengan Bahlil ditunjuk sebagai ketua satgasnya.
Bahlil mengatakan percepatan hilirisasi di Papua ini, tidak lepas dari upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja bagi para mahasiswa Papua baik di dalam maupun di luar negeri. Ia mencontohkan sejumlah daerah yang mengembangkan hilirisasi seperti Morowali dan Halmahera telah menciptakan lapangan kerja yang luas di wilayah itu, termasuk Sorong.
"Di Sorong didorong pupuk dan blue ethanol di Bintuni, demikian juga di Nabire blok eks Freeport, semua bisa dilakukan kalau kita siap, prospek bagus untuk Papua," imbuh Bahlil.
Selain oleh sejumlah pejabat Kementerian Investasi/BKPM, Bahlil juga didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne Kuncoro Giri Waseso.
Kehadiran Bahlil di Melbourne ini utamanya adalah sebagai pembicara kunci dalam kegiatan Indonesia Australia Business Summit (IABS) 2024 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra bersama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Sydney, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, dan Bank Indonesia.
Baca Juga
Pintu Gerbang IKN, Menteri Bahlil Dorong Universitas Lambung Mangkurat Jadi Pusat Ketahanan Pangan
Berdasarkan data 2023, terdapat 5.279 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di negara bagian Victoria.
Para mahasiswa ini melanjutkan pendidikan di Australia dengan dukungan dari beragam sumber pendanaan, antara lain beasiswa Australia Awards Scholarship, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, dan otonomi khusus.

