Jadi PSN, Tol Semarang-Demak Penghubung Kawasan Industri, Pelabuhan, dan Bandara
JAKARTA, investortrust.id – Kemenkeu memaparkan, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN), kehadiran Tol Semarang - Demak diharapkan dapat semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan di wilayah Jawa Tengah bagian utara. Ini sekaligus menjadi penghubung kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan pariwisata religi di daerah tersebut.
Di samping itu, dengan pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut tersebut, diharapkan permasalahan banjir rob di Semarang Timur dapat teratasi pada akhir tahun 2024. Ini khususnya banjir di Kaligawe-Sayung, yang mengakibatkan kerugian ekonomi cukup signifikan,
Baca Juga
Progres Capai 13%, Proyek Tol Semarang - Demak Seksi 1A Rampung April 2025
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya mempercepat pembangunan sejumlah jalan tol di berbagai daerah. "Pembangunan tol itu dalam rangka meningkatkan konektivitas antardaerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya yaitu Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 26,84 km di Semarang, Jawa Tengah," kata Jubir Endra dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/5/2024).
Ruas komplementer
Endra mengatakan, Jalan Tol Semarang-Demak merupakan proyek strategis nasional atau PSN yang direncanakan sebagai ruas komplementer dari Jalan Nasional Pantura Jawa, yang menghubungkan Semarang-Demak-Gresik-Surabaya. Mengingat peran vitalnya sebagai jalur logistik di utara Jawa, penyelesaian ruas Tol Semarang - Demak sudah ditunggu masyarakat.
"Keberadaan ruas Tol Semarang - Demak akan menambah kapasitas jalan. Ini sekaligus mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa, yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan," imbuhnya.
Bertindak sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah PT PP Semarang Demak (PPSD). Proyek tol ini menggunakan skema SBO-T (Supported, Build, Operate, and Transfer).
Jalan tol tersebut antara lain terdiri atas porsi investasi BUJT pada ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km yang berada di daratan, yang telah beroperasi sejak 25 Februari 2023. "Sedangkan porsi pemerintah pada ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,64 km, yang berada di atas laut. Ini terbagi menjadi 3 paket yang dalam tahap konstruksi, dengan progres fisik secara keseluruhan mencapai 9,25 %. Target penyelesaian konstruksi keseluruhan paket tersebut pada Februari 2027," ungkap Jubir Endra.
Baca Juga
PTPP Optimistis Divestasi Saham Tol Semarang-Demak Rampung di 2024
Untuk porsi pemerintah, kontraktor pelaksana Paket 1A adalah Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG). Paket 1B adalah Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA), dan China Road and Bridge Corporation (CRBC). Sedangkan Paket 1C adalah Adhi Karya dan Sinohydro.
"Sebagian dana pembangunan proyek ini bersumber dari pinjaman luar negeri," imbuhnya.

