Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, MDKA, ASII, INCO, PTBA, dan HEAL
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan indeks bergerak di range 7.066-7.164. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Merdeka Copper Gold (MDKA), Astra International (ASII), Vale Indonesia (INCO), Bukit Asam (PTBA), dan Medikaloka Hermina (HEAL).
“IHSG pada perdagangan Rabu, 8 Mei 2024, melemah 0,49% ke level 7.088. Pelemahan ini terjadi menjelang libur panjang di bursa domestik, yang menyebabkan pelaku pasar cenderung melakukan profit taking untuk menghindari risiko dari sentimen global selama libur,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia, tersisa sektor energi yang mampu mencatatkan penguatan sebesar 0,11% ditopang oleh penguatan saham gas alam dan batu bara. Sebaliknya, sektor yang melemah paling signifikan yaitu properti, keuangan, dan transportasi, dengan pelemahan masing-masing 1,80%, 0,93%, dan 0,81%.
Investor asing mencatatkan aksi net sell sebesar Rp 1,1 triliun dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, BRIS, UNTR, dan BREN.
Baca Juga
Jangan Lupa! Dividen Astra International (ASII) Rp 421 per Saham Cum Date Hari Ini
Head of Research Mega Capital ini mengatakan lebih lanjut, hari ini, pelaku pasar domestik akan mencermati rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode April 2024, yang diperkirakan masih di zona ekspansif meskipun cenderung melemah ke 123,1 (previous 123,8).
Bursa Saham Global
Sementara itu, bursa saham global ditutup variatif waktu setempat, seiring perkiraan The Fed kembali ragu dalam menurunkan suku bunga acuan Amerika Serikat. "Semula, klaim pengangguran mingguan AS yang berakhir pada 4 Mei 2024 menunjukkan tanda pelemahan pada sektor tenaga kerja, yang ditunjukkan dengan kenaikan klaim pengangguran ke level tertinggi sejak Agustus 2023. Kondisi ini sempat membuat bursa Asia dan Eropa menguat, bahkan indeks-indeks utama Eropa mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang masa. Namun, menjelang akhir pekan lalu, rilis data indeks sentimen konsumen AS periode Mei 2024 yang dirilis oleh University of Michigan justru mengikis harapan pemangkasan suku bunga," ujar Cheril.
Selain itu, ada beberapa hal menyebabkan ketidakpastian, yakni pemilu AS, konflik di Timur Tengah, dan meluasnya protes pro-Palestina di perguruan tinggi AS. Para pejabat The Fed turut memberikan komentar di akhir pekan, seluruhnya kompak mengatakan bahwa dengan berbagai data ekonomi saat ini belum meyakinkan bahwa inflasi akan turun ke level 2%, sehingga membuat The Fed membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memangkas suku bunga.
"Pekan ini fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS periode April 2024 yang rilis di pertengahan pekan dan komentar dari berbagai pejabat The Fed di sepanjang pekan. Rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan akan mendukung penguatan harga di bursa saham global, berlaku pula sebaliknya," ucapnya.

