Tertinggi Sejak 2015, Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Bertahan Resiliensi
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada kuartal-I 2024 menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia bertahan di tengah tekanan global. Pertumbuhan ini juga sejalan dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) ke level di bawah prapandemi.
“Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus dapat menunjukkan resiliensinya, terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I ini,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Senin (6/5/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan, APBN akan terus digunakan untuk mengoptimalkan stabilitas ekonomi, mendorong akselerasi pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja.
Terkait sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh masing-masing 4,9% dan 24,3% secara tahunan atau year on year (yoy), menurut dia, tergolong masih kuat terutama didorong oleh terkendalinya inflasi, meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan, kenaikan gaji ASN, dan pemberian THR. Secara tak langsung, belanja pemerintah terkait penyelenggaraan Pemilu juga turut mendorong konsumsi rumah tangga melalui pemberian honorarium petugas Pemilu.
Sementara itu, konsumsi oleh LNPRT melonjak tinggi terutama didorong oleh berbagai aktivitas terkait Pemilu 2024. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) tumbuh double digit sebesar 19,9% (yoy). Kinerja belanja pegawai dalam APBN yang sangat kuat menjadi salah satu faktor yang mendukung kuatnya pertumbuhan ini, terutama melalui kenaikan gaji ASN dan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dengan tunjangan kinerja 100% pada triwulan I 2024.
Baca Juga
Triwulan I Tumbuh 5,11%, Industri Pengolahan Jadi Pendorong Sisi Lapangan Usaha
Di sisi lain, belanja barang dan belanja sosial yang merupakan bagian dari PKP juga meningkat cukup signifikan. PKP menyumbang 1,1% terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 terbesar ketiga setelah konsumsi masyarakat dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Pertumbuhan PMTB atau investasi tercatat sebesar 3,8% (yoy).
Aktivitas belanja modal pemerintah terkait infrastruktur turut mendorong aktivitas investasi bangunan. Keberlanjutan hilirisasi SDA yang semakin meningkat, kinerja ekonomi makro yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik menjaga daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi.
Kinerja investasi sektor swasta juga tergambar dari realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri triwulan I yang tumbuh tinggi 22,1% (yoy) dengan sebaran investasi antara Jawa dan Luar Jawa yang berimbang. Tren perlambatan ekonomi global mempengaruhi pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia.
Pada triwulan I 2024, ekspor riil masih tumbuh sebesar 0,5% (yoy) ditopang oleh peningkatan ekspor jasa seiring kuatnya arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Baca Juga
Di sisi lain, volume ekspor produk utama seperti besi baja dan bahan bakar mineral tetap kuat, masing-masing tumbuh sebesar 35,8% dan 5,4% (yoy) pada triwulan I 2024. Sementara, impor riil juga tumbuh 1,8% (yoy) pada triwulan I 2024. Secara keseluruhan, kontribusi net ekspor (ekspor dikurangi impor) terhadap pertumbuhan mengalami kontraksi sebesar 0,2%.
Meski demikian, Sri Mulyani menyebut ada beberapa risiko global yang harus dihadapi. Di antaranya, arah kebijakan the Fed yang penuh ketidakpastian, eskalasi tensi geopolitik berbagai kawasan, dan disrupsi rantai pasok global yang belum pulih. Dia mengatakan, pemerintah akan terus memonitoring dan asesmen terhadap potensi dampak dari dinamika global terhadap perekonomian domestik serta kondisi fiskal.

