Laba Wintermar Offshore (WINS) Melambung Lebih dari 1.000% Kuartal I
JAKARTA, investortrust.id - Emiten pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) berhasil membukukan kenaikan laba bersih US$ 2,2 juta pada kuartal I 2024. Angka ini naik 1.122,8% dari periode sebelumnya yaitu US% 0,2 juta.
Laba kotor juga meningkat 66,8% yoy menjadi US$ 5,0 juta pada kuartal I-2024, dibanding USD 3 juta pada kuartal I-2023. Sementara total pendapatan naik 16,3% yoy menjadi US$ 18,4 juta.
"Dari total pendapatan tersebut, pendapatan kapal masih mendominasi dengan angka sebesar US$ 13,98 juta. Kemudian, pendapatan jasa pelayaran lainnya senilai US$ 1,41 juta. Sementara divisi Chartering mengalami penurunan pendapatan sebesar 25,3% yoy, menjadi US$ 3,0 juta untuk kuartal I-2024," kata Corporate Planning Manager WINS Erwin Nugraha pada acara "PT Wintermar Offshore Marine Tbk 1Q2024 Earnings Call" secara virtual, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
Laba Emiten Pelayaran Milik Bos Bani (SMDR) Anjlok 63%, Jadi Segini di Kuartal I-2024
Kas Meningkat 64,6%
Sedangkan untuk kas dan setara kas WINS meningkat 64,6% ke US$ 10,3 juta pada kuartal I-2024. Emiten ini hampir mencatatkan utang bersih negatif.
Menurut Manajemen WINS, pencapaian tersebut didorong oleh kinerja kapal milik perusahaan yang kuat. Pendapatan dari kapal juga meningkat pada kuartal 1 2024, yang disebabkan oleh utilisasi yang lebih tinggi dari 67% ke 69%, serta adanya penambahan 5 kapal yang dioperasikan.
“Pendorong pendapatan ini sebenarnya berasal dari pendapatan investor, karena ada lima kapal tambahan untuk armada kami. Juga, pendorong utamanya adalah karena penyesuaian biaya sewa yang lebih tinggi, yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan kami,” ungkap Erwin.
Baca Juga
Harga Anjlok 62%, Saham Emiten Pelayaran (HUMI) Tommy Soeharto Digembok BEI
Di sisi lain, WINS juga mencatatkan kenaikan beban usaha sebesar 61,46% yoy menjadi US$ 2,29 juta. Ini dipengaruhi oleh lebih banyaknya karyawan tetap setelah perluasan bisnis. Pada periode sama tahun 2023, angkanya hanya sebesar US$ 1,42 juta.
EBITDA juga mengalami peningkatan 36,3%, dari US$ 4,6 juta menjadi US$ 6,3 juta. “EBITDA juga meningkat seiring dengan pendapatan kapal milik kami. Kami memiliki biaya lebih banyak seiring dengan peningkatan jumlah karyawan dalam bisnis, hal ini memberikan dampak,” papar Erwin.
Dari prospek bisnis minyak, Head of Corporate Planning and Investor Relations WINS Pek Swan Layanto mengatakan bahwa International Energy Agency (IEA) masih memperkirakan adanya pertumbuhan yang sangat kuat. Hal ini setidaknya sampai tahun 2028.
“Pertama, ada sedikit peningkatan permintaan minyak. Jadi ada juga peningkatan investasi untuk mencari minyak dan mengeksplorasi serta memproduksi minyak,” ucap Pek Swan.

