Bahlil: Realisasi Investasi Tumbuh, Tenaga Kerja yang Diserap Naik 42,22% YoY Kuartal-I
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/BKPM Bahli Lahadalia menyebut realisasi investasi kuartal-I 2024, atau Januari hingga Maret 2024, mencapai Rp 401,5 triliun. Angka ini berarti 24,3% dari target investasi pada 2024 yang mencapai Rp 1.650 triliun. Realisasi investasi ini naik secara kuartal dan tahunan.
“Realisasi investasi kita pada kuartal pertama sebesar Rp 401,5 triliun tumbuh 9,8% dibandingkan kuartal IV-2023 dan dibandingkan kuartal-I 2023, 22,1%” kata Bahlil di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin (29/4/2024).
Baca Juga
Bahlil mengatakan realisasi investasi selama kuartal-I ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 204,4 triliun atau 50,9% dari total investasi, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 197,1 triliun atau 49,1% dari total. PMA itu tumbuh secara triwulan sebesar 10,9% dan PMDN tumbuh 8,7%.
“PMA secara tahunan tumbuh 15,5% dan PMDN kita secara tahunan (tumbuh) 29,7%” kata dia.
Penyerapan Lapangan Kerja Naik 19,55%
Pertumbuhan investasi ini juga memengaruhi kualitas pembukaan lapangan kerja. Bahlil mengatakan, terjadi pertumbuhan tenaga kerja yang signifikan secara triwulan dan tahunan.
Pada kuartal-I 2024 tercatat tenaga yang diserap dari investasi yang dihasilkan berjumlah 547.419 orang. Lapangan kerja yang diserap mengalami kenaikan 19,55%, jika dibandingkan dengan kuartal-IV 2023 yang berjumlah 457.895 orang. Sementara itu, secara tahunan, naik 42,22%.
Baca Juga
Realisasi Investasi Hilirisasi Tembus Rp 75,8 Triliun Triwulan I
Bahlil mengatakan, luar Pulau Jawa masih menjadi lokasi yang mendominasi realisasi investasi, yakni sebesar Rp 201 triliun atau 50,1%. Sementara itu, Pulau Jawa mendapat investasi Rp 200,5 triliun atau 49,9%.
“Salah satu KPI dari Kementerian Investasi yang diberikan Presiden Jokowi, investasi harus berkualitas. Salah satu cirinya keseimbangan antara Jawa dan Luar Jawa,” kata dia.
Secara sektor, selama kuartal-I 2024, sektor infrastruktur menempati posisi terdepan dengan nilai investasi Rp 169,2 triliun atau 42,1%. Di posisi kedua yaitu sektor industri manufaktur dengan total investasi Rp 161,1 triliun atau 40,2%. Sektor primer tercatat menyerap investasi sebesar Rp 71,2 triliun atau 17,7%.

