Melonjak 23%, Belanja APBN Tembus Rp 427,6 Triliun di Kuartal-I
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pada kuartal-I 2024 belanja pemerintah telah menyentuh angka Rp 427,6 triliun atau sebesar 17,3% dari total pagu anggaran. Ia menyebut terdapat lonjakan belanja APBN hingga 23,1% year on year.
"Ada aktivitas yang front load seperti Pemilu yang terjadi pada bulan Februari sehingga banyak sekali belanja yang cukup tinggi untuk penyelenggaraan pemilu," ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Dari total belanja pemerintah pusat tersebut sebanyak Rp 222,2 triliun dialokasikan untuk kementerian/lembaga. Belanja kementerian/lembaga di kuartal-I sendiri telah menyerap total 20,4% dari total pagu anggaran.
Selain itu belanja pemerintah pusat juga dialokasikan sebanyak Rp 205,4 triliun untuk non kementerian/lembaga. Hingga 31 Maret 2024 belanja pemerintah pusat untuk non kementerian/lembaga baru menyerap total dari total pagu anggaran.
"Kalau belanja kementerian/lembaga didominasi oleh penyelenggaraan Pemilu, kalau belanja non kementerian/lembaga didominasi oleh belanja subsidi," jelas Sri Mulyani.
Salah satu alokasi kementerian/lembaga di kuartal pertama adalah pengeluaran untuk belanja pegawai yang mengalami peningkatan 42,8%. Penyebabnya ialah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN/TNI/Polri sebesar Rp 13,5 triliun serta kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.
Kemudian terdapat juga alokasi kementerian/lembaga untuk belanja barang dengan realisasi sebesar Rp 80,6 triliun di kuartal pertama.
Pos pengeluaran terbesar adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan total Rp 18,2 triliun yang digunakan untuk pembayaran honorarium badan Adhoc, pemungutan dan penghitungan suara, serta pengadaan barang/jasa/logistik Pemilu 2024.
Kemudian terdapat juga pengeluaran untuk belanja bantuan sosial (bansos) kementerian/lembaga. Realisasi bansos di kuartal pertama mencapai Rp 43,3 triliun atau meningkat hingga 20,7%.
Baca Juga
Jika Eskalasi Timur Tengah Berlanjut, Indef Beberkan Dampaknya bagi Harga Minyak hingga APBN
"Realisasi bansos Maret 2024 meningkat utamanya dipengaruhi oleh penyaluran PIP, KIP Kuliah, PKH tahap I, program kartu sembako, serta adanya anomali realisasi yang rendah di tahun 2023," ungkap Sri Mulyani.
Dengan total pertumbuhan belanja yang mengalami pelonjakan hingga 23,1%, Menkeu Sri Mulyani berharap dapat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama dapat mencapai 5,1%.
"Ini salah satu kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal-I," ucap Sri Mulyani.

