Utang Luar Negeri Swasta Turun
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) swasta Indonesia kembali menurun. Posisi ULN swasta pada November 2023 tercatat sebesar 196,2 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,2% (yoy). Ini lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 2,3% (yoy).
"Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 6,1% (yoy) dan 2,5% (yoy). Ini lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya masing-masing sebesar 2,4% (yoy) dan 2,3% (yoy)," kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, Senin (15/01/2024).
Baca Juga
Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bertambah, Tembus US$ 400,9 Miliar
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,6% dari total ULN swasta. ULN swasta, lanjut Erwin, juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang, dengan pangsa mencapai 75,5% terhadap total ULN swasta.
Baca Juga
Disinggung Saat Debat Capres, Begini Penjelasan Ekonom Soal Utang Indonesia

